Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ojek Pangkalan Keluhkan Adanya Ojek Online

SERANG  – Keberadaan ojek online membuat resah para ojek pangkalan di Kota Serang. Pasalnya banyak pengemudi Ojek Pangkalan (Opang) yang memprotes kehadiran ojek berbasis online tersebut, alasannya karena pendapatan Opang menurun drastis semenjak hadirnya ojek online di Kota Serang.

Wardi (50) tukang ojek pangkalan yang biasa magkal di Kemang, Kota Serang, mengatakan pendapatannya menurun setalah adanya ojek online.

“Semenjak ada ojek online susah banget nyari penumpang, dulu sebelum ada ojek online pendapatan paling sedikit 60 ribu sampai 70 ribu, kalau sekarang dapet 20 ribu juga susah,” ujarnya kepada bantenhariini.com, Selasa (17/10/2017).

Menurut Wardi pengemudi ojek online juga banyak yang sudah mempunyai pekerjaan, mereka ngojek hanya sebagai kerjaan sampingan, sehingga para penumpang banyak yang beralih ke transportasi berbasis online itu.

Belum cukup sampai disitu, Wardi juga mengungkapkan kekecewaanya terhadap pemerintah setempat karena sebelumnya tidak ada sosialisasi terkait keberadaan ojek online di Kota Serang.

Di tempat yang sama, pengemudi ojek pangkalan Aat (43) berharap kepada pemerintah agar ojek online segera dihapuskan.

“Intinya mah kami berharap kepada pemerintah untuk menghapuskan transportasi berbasis online, entah Go-Jek, Grab atau Uber di Kota Serang, jangan sampai ketika ada jatuh korban, baru pemerintah turun tangan,” ujarnya. (bhi)

Berita Lainnya
Leave a comment