Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Pimpin Upacara, Zaki berkostum ala Anak Pesantren

TIGARAKSA: Ada yang unik dari cara berpakaian pegawai Pemkab Tangerang, Senin (23/10/2017). Aparatur Negara ini tidak seperti biasanya dalam berkostum. Biasanya mereka formal menggunakan pakaian cokelat berbahan.

Pada hari santri ini, pegawai menggunakan pakaian seperti tengah belajar di pesantren. Di mana pakaian yang digunakan mengenakan sarung dan koko.

Tak hanya pegawai, sang bupati Ahmed Zaki Iskandar pun menggunakan pakaian ala anak pesantren.

Mereka berbaur dengan ratusan santri saat mengikuti upacara peringatan hari santri 2017 di lapangan Maulana Yudha Negara, pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Berbalut baju koko berwarna putih dengan sarung berwarna coklat, Zaki mempimpin upacara dengan khidmat. Bahkan komandan, serta petugas upacara yang biasanya pegawai Pemkab Tangerang, kali ini adalah santri pondok pesantren Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin, Pasir Nangka, Tigaraksa.

Usai melaksanakan upacara, Zaki menyerahkan seribu kitab kuning kepada santri di Kabupaten Tangerang. Setelah itu, Zaki menghampiri satu persatu peserta upacara yang terdiri dari personel Polresta Tangerang, Satpol PP Kabupaten Tangerang serta ratusan santri putra dan putri pondok pesantren Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin.

Tak pelak lagi, ratusan santri tersebut berebut ingin berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut.

Zaki mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemkab Tangerang kepada pondok pesantren, alim ulama serta santri.

“Hari ini secara khusus kita lakukan apel pagi juga deklarasi santri.  Mudah-mudahan santri bisa berperan dalam proses pembangunan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Kata Zaki, santri menjadi bagian terpenting dalam proses pembangunan. Dirinya bahkan telah menganggarkan bantuan untuk pondok pesantren.

“Tahun 2018 program bantuan tersebut sudah mulai berjalan. Ini  agar pondok pesantren menjadi tempat yang benar-benar layak untuk para santri menimba ilmu dan pengalaman,” tambahnya.

Fokus program bantuan untuk pondok pesantren lebih kepada aspek pembenahan lingkungan, sehingga pondok pesantren menjadi tempat yang nyaman. “Kita fokuskan pada sanitasinya,” tukasnya. (rr/firda)

 

Berita Lainnya
Leave a comment