Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Santri Berpeluang Jadi Presiden

TIGARAKSA: Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober diharapkan bisa memacu santri menjadi generasi unggul. Selain belajar ilmu agama, santri diharapkan dapat mempelajari pengetahuan umum serta teknologi.

 

Demikan disampaikan, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ahmad Ubaedillah kepada ratusan santri Pondok Pesatren (Ponpes) Al Hasaniyyah saat menjadi narasumber acara Mujadah Kebangsaan. Kegiatan yang bertajuk Mewujudkan Santri sebagai Pemuda Unggulan Bangsa dihelat di Ponpes Al Hasaniyah, Kampung Rawalini, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Senin (23/10/2017).

 

Dikatakannya, selain mengerti agama, para santri jangan sampai abai terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. “Kalian tidak salah pilih menjadi santri karena banyak negarawan bahkan pejabat yang berasal dari santri,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Ubaedillah menyinggung sistem negara khalifah yang tidak sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa. Ia menegaskan, para pendiri republik ini mayoritas para ulama, kiai dan santri yang telah sepakat Indonesia menjadi negara demokrasi.

 

“Negara demokrasi itu memberikan kesempatan kepada semua warga negara untuk menjadi pemimpin. Misalnya santri bisa menjadi Presiden. Saya dan anak saya juga punya kesempatan menjadi Presiden. Sementara kalau negara khalifah tidak semua bisa menjadi Presiden,” tuturnya.

 

Kata dia, santri memiliki kelebihan khusus, karena selain menguasai ilmu agama, jika turut ditopang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Niscaya akan lahir pelopor generasi umat Islam yang cerdas juga kreatif.

 

Sementara itu, pengasuh Ponpes Al Hasaniyyah, KH Mansur Hasan mengatakan kegiatan Mujahadah Kebangsaan merupakan rangkaian hari santri yang diselenggrakan sejak Sabtu (21/10/2017) malam. Dimulai dengan pawai obor yang diikuti ribuan santri dan kegiatan sarungan yang dihadir oleh Muswarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Teluknaga. (rr/firda)

 

Berita Lainnya
Leave a comment