Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Parah Sudah Setahun Penambangan Ilegal Dibiarkan

CILANGKAHAN- Sejumlah warga dan aktivis lingkungan mendesak Pemkab Lebak segera menertibkan aktivitas penambangan dan pencucian pasir di Kampung Cikumpay, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Soalnya, kegiatan penambangan pasir tersebut diduga tidak mengantongi izin operasi dan mencemari sungai Cikumpay. Kegiatan penambangan juga tak jelas siapa pemiliknya serta mengganggu pengguna jalan karena lokasi penambangan berada di pinggir jalan raya Malingping-Bayah.

“Kami mendesak aparat berwenang, baik Pemkab Lebak dan Pemprov Banten agar segera menertibkan lokasi penambangan pasir di Cikumpay. Selain tak berizin penambangan mencemari Sungai Cikumpay,” kata seorang warga Desa Bayah Barat, Rohmat, Senin (30/10/2017).

Kata dia, aktivitas penambangan sudah berjalan satu tahun, namun hingga kini dibiarkan tidak ditertibkan. Hal ini memberi kesan ada pembiaran baik dari aparat pemerintah setempat karena membiarkan kegiatan penambangan ilegal yang merusak lingkungan.

“Sudah jelas lokasi penambanganya di pinggir jalan dan limbahnya di buang ke sungai, tetapi dibiarkan,” ujarnya.

Terpisah, aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) Kabupaten Lebak, Asep Hasanuddin mengatakan, kondisi sungai Cikumpay sangat memprihatinkan karena tercemar limbah pencucian pasir.

Tak hanya itu, aktivitas pengangkutan pasir kerap mengganggu pengguna jalan lantaran arus lalu lalang kendaraan pengangkut mengganggu arus lalu lintas. Ditambah, pasir yang diangkut berserakan di badan jalan sehingga sangat membahayakan.

“Dalam waktu dekat kami akan melaporkan aktivitas penambangan pasir ini Dinas berwenang agar ditindak,” ucapnya.

Saat disambangi dilokasi tambang sejumlah pegawai mengaku tidak tahu menahu soal perizinan kegiatan penambangan.

“Silahkan sama Bos kami aja langsung, kebetulan Bosnya lagi tidak ada,” ujar seorang pegawai yang enggan menyebutkan nama. (duy/firda)

 

Berita Lainnya
Leave a comment