Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Penyebar Video Persekusi Pasangan Sejoli Ditangkap

TIGARAKSA- Perbuatan GSD (18), harus menjadi pelajaran bagi para pengguna internet dan media sosial. Ini lantaran perilaku isengnya ia kini terancam pidana enam tahun penjara karena dianggap melanggar Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pemuda kelahiran Sumatera Selatan yang mengontrak di Jatiuwung, Kota Tangerang tersebut diciduk Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Tangerang karena telah menyebarluaskan dua video penganiayaan terhadap sejoli R dan M yang dituduh berbuat mesum beberapa waktu yang lalu di Kampung Kadu, Kelurahan Sukamulya, Cikupa.

Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif mengatakan, awalnya GSD iseng masuk ke aplikasi facebook dari telepon selulernya pada Minggu, (12/11/2017) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kemudian, dihalaman beranda akun facebooknya, ia melihat sebuah akun atas nama khadafi membagikan video penganiayaan sejoli itu yang berasal dari dari akun jharann buang.

“Karena tersangka tertarik dengan judul yang ditulis oleh akun facebook jharann buang, tersangka kemudian mengunduh video tersebut,” ujarnya saat menggelar press release di halaman Mapolresta Tangerang, Kamis (23/11/2017).

Tak hanya mengunduh dua video, pemuda tersebut pun mengunggah kembali dua video itu ke akun facebooknya sekitar pukul 22.00 WIB.

Hingga Senin (13/11/2017), sekitar pukul 13.00 WIB atau 15 jam kemudian, 3.000 akun sudah memberikan like terhadap dua yang diunggahnya.

Beragam komentarpun bermunculan, diantaranya ada yang meminta kedua video tersebut dihapus.

“Tersangka pun kemudian menghapus dua video yang melanggar kesusilaan tersebut dari akun Facebooknya,” tambah Sabilul.

GSD pun kemudian diciduk polisi setelah tim cyber Reskrim Polresta Tangerang mencari pelaku pengunggah video bermuatan kekerasan dan pornografi sehingga menjadi viral di media sosial.

“Kasus ini harus menjadi pembelajaran agar masyarakat sadar hukum, tidak main hakim sendiri, serta menggunakan media sosial dengan bijak,” tukasnya. (

Berita Lainnya
Leave a comment