Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Suka Seks Bisa Hindari Penyakit Berat

Bercinta secara rutin setiap pekan bisa berdampak positif bagi kesehatan. Kesenangan yang didapatkan pasangan suami istri bisa membuat seluruh beban lepas dan tubuh menjadi lebih rileks.

Tak hanya itu, berdasarkan penelitan, rupanya rutin bercinta bisa menangkal berbagai risiko penyakit. Bahkan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke atau serangan jantung.

Dilansir dari The Express, Sabtu (25/11), sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan di American Journal of Cardiology menemukan bahwa pria yang melakukan hubungan seks dua kali dalam sepekan, lebih rendah terkena risiko penyakit kardiovaskular.

Kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan pria yang melakukan hubungan seks kurang dari sebulan sekali.

Kurangnya aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan. Sedikitnya ada 3 penyakit yang bisa saja mengancam siapapun karena jarang bercinta.

1. Tekanan Darah Tinggi

Bercinta bisa menangkal hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan di jurnal Biological

Psychology menemukan bahwa orang-orang yang berhubungan seks teratur memiliki tekanan darah lebih rendah daripada orang-orang yang tidak melakukan hubungan seks secara rutin.

2. Flu

Bercinta ternyata menangkal pilek dan flu. Itu karena orgasme bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari bakteri dan parasit.

Dalam sebuah studi oleh University of Pennsylvania, para peneliti bertanya kepada orang-orang yang berhubungan seks dalam satu atau dua kaliseminggu. Penelitian dilakukan dengan mengukur sampel air liur.

Faktanya, sampel tersebut mengandung 30 persen antibodi lebih banyak daripada orang yang jarang berhubungan seks. Namin hati-hati, jika terlalu sering berhubungan seks dalam sepekan juga lebih berisiko terkena flu.

Sebab pasangan bisa saja kelelahan dan begadang di malam hari.

3. Kanker Prostat

Pria yang aktif secara seksual cenderung lebih rendah risikonya mengalami kanker prostat. Sebab ejakulasi lebih banyak, memungkinkanzat yang berpotensi mengganggu pada prostat menjadi lebur.

Sebuah studi di Harvard menemukan bahwa pria yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 33 persen lebih rendah.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan pria yang mengalami ejakulasi hanya empat sampai tujuh kali dalam

sebulan.

Sumber: Jawapos.com

Berita Lainnya
Leave a comment