Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ada Pemicu Kanker Paru Selain Rokok

Respublika.id – Selama ini masyarakat umum beranggapan kalau penyebab kanker paru yakni merokok. Namun, Elisna Syahruddin dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Respiratori, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia menerangkan, bahwa masih banyak faktor lain yang menyebebkan seseorang mengidap kanker paru.

Ia juga menjelaskan, masyarakat yang bermukim di kawasan dengan tingkat polusi indor atau outdoor tinggi juga sangat berpotensi besar menderita kanker paru.

Individu yang beraktivitas di dalam rumah bukan begitu saja terlepas dari bahaya kanker paru. Kelompok ini justru bisa terpapar asap pembakaran rumah tangga yang biasanya merupakan hasil dari aktivitas memasak.

Di tingkat domestik, ventilasi udara yang buruk juga turut berperan meningkatkan risiko kanker paru. Kata dia, ventilasi udara yang baik adalah ventilasi alam, terhubung dengan sinar matahari dan udara di luar rumah.

“Sekarang apa-apa ditutup pakai AC,” katanya dalam Media Health Forum bersama AstraZeneca pada Selasa (6/02)

Selain itu para pekerja di lingkungan pertambangan rawan pula terkena kanker paru. Dimana, mereka lebih sering berinteraksi dengan asbes. Sementara, seseorang yang berumur lebih dari 40 tahun rentan juga terkena kanker paru sebab imunitas diri telah menurun dan orang yang pernah terjangkit penyakit

tuberculosis kronik juga berpotensi lebih tinggi terkena kanker paru.
Namun dirinya menegaskan, bahwa rokok menjadi pemicu terbesar kanker paru. Kandungan zat karsinogenik yang ada di rokok akan mengancam kondisi paru-paru hingga bisa membuat iritasi.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat supaya segera menjauh dari perokok aktif agar tidak terkenak zat pencetus peneyakit kanker paru.

Berita Lainnya
Leave a comment