Untuk Kepentingan Umum

Cerita Tabrakan Emen, dari Minta Pinjam Ponsel Hingga Teriakan Kematian

Karmila (44)warga Pisangan, Ciputat Timur Tangsel ini merupakan salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Emen, Subang , Sabtu (10/2/2018) lalu.
Karmila yang saat itu menumpangi Bus maut tersebut menceritakan kisahnya saat wartawan mengunjungi kediamannya, Senin (12/2/2018) kemarin. Karmila terlihat masih sangat terguncang dan berduka atas kehilangan rekan dan para tetangganya tersebut mencoba menceritakan kejadian tersebut.
Menurut Karmila, Bus 1 yang saat itu ditumpangi nya hendak menuju pemandian air panas,Sari Ater Subang. Namun sesampainya di tanjakan Emen, Bus yang awalnya melaju normal tiba-tiba menjadi kencang saat kontur jalan mulai menurun,lalu tiba tiba Bus pun menabrak sebuah sepeda motor yang berada di depannya hingga kemudian bus terguling dan terseret di jalan usai menabrak tebing yang berada di sisi jalan.
Karmila yang spontan pun kemudian berusaha berdiri dari tempat duduknya dan menyaksikan belasan penumpang lain berteriak merintih kesakitan seraya mengucap teriakan minta tolong dan lafadz nama Allah.
“Saya pegangan ke besi lalu merambat ke hordeng , saya keluar mau minta tolong, lewat pintu depan manjat ,karena takut meledak bis nya” ujar Karmila menceritakan.
Namun, upayanya yang susah payah keluar dari Bus nahas tersebut malah tak sesuai dengan harapannya. Warga dan pengendara kendaraan lain yang lewat di sekitar lokasi kejadian tidak sigap dan langsung bergerak menyelamatkan korban yang saat itu teriak mengerang meminta tolong.
“Warga sekitar gak langsung nolongin, cuma ngeshoot aja, itu yang bikin saya kesel,” kata Karmila.
Dirinya yang ingin mencoba menghubungi pihak keluarga nya pun mengabarkan kejadian tersebut lalu berupaya meminjam telepon seluler milik warga yang berada di sekitar. Namun, lagi lagi Karmila harus kecewa, warga dengan 1001 alasan menolaknya meminjamkan telepon selulernya tersebut.
“Saya minta tolong mau nelpon, pinjam Hp ke warga tapi mereka alasan ga ada pulsa, low bat tapi mereka ngeshoot terus. Sampai saya teriak tolong dong ini bukan sinetron,” keluhnya
Karmila yang selamat dan tidak mengalami luka itupun meminta agar Pemerintah dan para pengelola Bus lebih memperhatikan kelayakan dan umur usia kendaraan, karena selain berbahaya bagi keselamatan penumpang , dari segi kenyamanan pun Bus -Bus tua tersebut tidak nyaman untuk dinaiki oleh penumpang.
“Tolong dong yang punya perusahaan Bus diliat lagi kelayakannya,jangan dipake kalau memang udah tua, kayaknya Bus nya udah tua, bau apek,” ujarnya.
Peristiwa Tragedi Bus Maut di Tanjakan Emen Subang, Sabtu (10/2/2018) lalu itu pun menewaskan 27 orang penumpang, para penumpang yang kebanyakan merupakan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Pisangan dan anggota Koperasi Permata itu pun wafat karena kerasnya benturan yang diterima tubuhnya ditambah lagi luka-luka yang menyebabkan penumpang meninggal karena kehabisan banyak darah. (yy/firda)
Berita Lainnya
Leave a comment