Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Bawa Clurit, Polisi Amankan ABG di Pondok Aren

Puluhan anak baru gede (ABG) di Tangsel kembali berulah. Kali ini para ABG tersebut melakukan aksi brutal terhadap seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Jombang Raya Gang H Gorik, Pondok Aren,Minggu (25/2/2018) kemarin.

Akibatnya ulah tersebut, korban bernama M Aldi (19) warga Pondok Aren, Tangsel mengalami luka sobek di bagian tangan dan kaki karena sabetan berbagai jenis Senjata tajam yang diterimanya.

Ketika kejadian ,saat itu puluhan anggota kepolisian dari Polsek Pondok Aren tengah melakukan operasi cipta kondisi mencegah gangguan kriminalitas di wilayah Pondok Aren.

Tak lama berpatroli, polisi pun curiga melihat adanya segerombolan remaja yang mengendarai 21 unit sepeda motor berboncengan secara berbarengan, lantas polisi pun melakukan pemeriksaan. Rupanya, 6 orang diantara kelompok tersebut kedapatan membawa senjata tajam berupa Celurit dan Kelewang.

“Telah diamankan 30 orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor berboncengan. Enam orang diantaranya kedapatan membawa Sajam,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho, Selasa (27/2/2018).

Setelah petugas mengamankan ke 30 remaja tersebut, tiba-tiba datang beberapa orang yang melaporkan telah terjadi pembacokan terhadap seorang warga, M Aldi, oleh gerombolan bermotor di Jalan Jombang Raya Gang H Gorik, tepatnya di depan Sekolah Al-Mubarok, Pondok Aren.

Korban mengalami kejadian nahas itu ketika sedang mengendarai sepeda motor dengan temannya, Adnan. Keduanya berencana menuju warung di pinggir jalan untuk membeli sesuatu.

Begitu keluar dari Gang Gorik, tiba-tiba dari arah lampu merah Zodiak, Bintaro datang kelompok bermotor yang langsung mengejar korban, lalu melakukan pembacokan disertai perusakan sepeda motornya.

Setelah diidentifikasi, ternyata kelompok bermotor yang melakukan aksi brutalnya itu tak lain adalah 30 remaja yang diamankan polisi karena membawa Sajam sebelumnya.

“Dari hasil penyelidikan, para pelaku awalnya berkumpul untuk menikmati suasana malam Minggu. Kemudian muncul ide untuk melaksanakan aksi (pembacokan), karena ingin menunjukkan keberanian,” ungkap Alex.

Keenam remaja yang diamankan karena membawa Sajam adalah, M Rizky Rimadhon (18/SMU Binus), Yoga Wijaya (16/SMU Kebangsaan), Syarifuddin (16/ tukang parkir), M Rijay Riko (16/penjaga warung), M Risky (16/pengangguran), dan Noval Ryanata (16/SMP PGRI Ciputat).

“Enam pelaku kita tahan di Mapolres, sedangkan 24 lainnya kita pulangkan dengan kemungkinan akan kita amankan lagi kalau hasil pemeriksaan penyidik menyimpulkan jika mereka terkait pembacokan terhadap korban,” jelas Alex.

Karena pelaku masih dalam status anak dibawah umur, petugas kepolisian pun bekerjasama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk melakukan pendampingan saat proses penyelidikan berjalan. (yy/firda)

Berita Lainnya
Leave a comment