Untuk Kepentingan Umum

Program RTLH Terus Dikebut

53

Pemkot Tangerang terus melakukan sejumlah langkah agar program rumah tidak layak huni bisa terselesaikan. Saat ini ada sekira 2.314 RTLH yang akan segera dibangun. Ribuan rumah tersebut akan dipugar mulai tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang Dafiar E Hardian mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan rumah tak layak. Ini merupakan cara terciptanya rumah tinggal yang layak.

Apalagi tahun ini beberapa target harus bisa terselesaikan supaya rumah tak layak jumlahnya semakin sedikit. “ Ini yang terus kita dorong agar warga memiliki rumah tinggal yang layak,” katanya.

Ia yakin dengan sejumlah langkah, rumah tak layak akan semakin berkurang. Pendataan terus dilakukan supaya warga yang membutuhkan renovasi perumahan benar-benar bisa diwujudkan.

“Hal itu yang akan terus kita garap. Agar warga Kota Tangerang punya rumah yang ideal,” imbuhnya.

Sementara itu, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang Widi Hastuti mengatakan masih ada sekitar 1.732 RTLH yang tercatat oleh pihaknya. “Jumlah ini berdasarkan studi pada 2015 lalu,” ujar.

Seluruh RTLH merupakan rekap dari 13 kecamatan. Jumlah itu, lanjut Widi, nantinya akan diverifikasi ulang dengan data RTLH yang dicatat oleh beberapa pihak.

Data yang dihimpun, ada sekitar 2.600 RTLH di Kota Tangerang berdasarkan pendataan Badan Keswadayaan Masyarakat Setempat (BKM)..

Menurut Widi, seluruh data yang ada nantinya akan diverifikasi untuk menentukan mana rumah yang benar-benar layak dipugar. “Teknis bedah rumah tahun ini sedang kami susun hingga Februari mendatang,” katanya.

Saat ini, kata Widi, Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Cipta Karya Kota Tangerang sedang mematangkan peraturan teknis terkait sistem pemugaran RTLH.

“Target kami bersama Pemkot Tangerang menuntaskan masalah rumah kumuh. Karenanya, jumlah RTLH yang dibedah tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” ucapnya.

Alokasi dana yang dianggarkan untuk program bedah 2.800 RTLH adalah Rp 75 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD 2016.

Pada 2015 lalu, Dinas Cipta Karya telah memugar 67 rumah warga. Pemugaran pada tahun lalu murni menjadi tupoksi Dinas Cipta Karya. Namun, lanjut Widi, program bedah RTLH tahun ini rencananya akan diampu oleh sejumlah pihak.

“Ada peran kami, peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), lurah, dan camat setempat, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan pihak lain. Tujuannya agar program dapat terselesaikan secara efektif,” katanya menjelaskan.

Peran beberapa pihak juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki oleh si pemilik rumah. Berdasarkan evaluasi program sebelumnya, rasa memiliki dan merawat rumah kurang terbentuk karena pemilik rumah tidak berperan aktif selama pemugaran.

“Camat, lurah, dan BKM diharapkan mampu memberi masukan kepada pemilik bahwa rumah yang sudah dipugar mesti dirawat,” kata Widi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Syaifuddin Hamadi, mengatakan, ada sarana dasar yang harus diperbaiki saat pemugaran RTLH. Sarana dasar itu berupa lantai, dapur, dan toilet yang layak harus ada di rumah. 

Syaifuddin menyebutkan, ada sejumlah kawasan yang membutuhkan banyak pemugaran rumah. Kawasan yang dimaksud adalah Kecamatan Neglasari, Kecamatan Benda, Kecamatan Batu Ceper, dan Kecamatan Jatiuwung.  (adv)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...