Untuk Kepentingan Umum

Nyambi Jadi Rampok, Petani Kena Dor

15

Beratnya beban ekonomi  membuat seorang perantau menjadi lupa daratan. Hal ini dirasakan betul oleh pendatang asal Provinsi Lampung, Jaya (24).

Karena diimingi penghasilan lebih, dirinya lantas beralih dari profesinya sebagai petani di kampung halaman menjadi seorang pelaku spesialis pencuri kendaraan bermotor di daerah Pamulang, Tangsel.

Jaya mengaku, perbuatannya tersebut merupakan ajakan dari beberapa temannya yang memengaruhinya untuk melakoni aksi kriminalitas itu. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman, bergabung dengan kelompok specialis pencuri motor geng Lampung lainnya di daerah Tangsel.

“Saya bekerja sebagai tani pak di Lampung, baru seminggu tinggal di sini, terus langsung diajak untuk operasi,” ujar Jaya di Mapolres Tangsel, Kamis (1/3/2018).

Saat memulai aksi perdananya pada Rabu 7 Februari 2018 sore, Jaya tak sendiri, ada tiga pelaku yang bergabung, yakni Adliansyah (24), dan 2 pelaku lain yang merupakan dedengkot dari jaringan Lampung tersebut.

Mereka berboncengan menggunakan dua sepeda motor. Setelah berputar-putar,  pelaku menarget dua sepeda motor yang terparkir di Klinik STIKES UIN, Reni Jaya, Jalan Suryakencana RT02 RW02, Pamulang Barat, Pamulang.

Pelaku Jaya bertugas “memetik” sepeda motor bersama seorang pelaku lainnya. Sedangkan 2 pelaku lain bersiaga di atas motor yang digunakan beroperasi. Beruntung, aksi kejahatan itu bisa digagalkan petugas anti-bandit ‘Tim Vipers’ yang telah membuntuti sebelumnya.

“Aksi itu bisa digagalkan oleh petugas yang curiga dengan keempat pelaku, mereka berputar-putar seolah mencari sesuatu. Begitu sampai TKP, ternyata dua pelaku langsung menyasar dua sepeda motor yang terparkir, hingga petugas kita langsung menyergap,” kata Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto.

Menyadari ada polisi yang mengendus aksinya, para bandit itu lantas berupaya melarikan diri. Bahkan salah seorang pelaku lainnya, Aldiansyah, sempat mencabut sangkur untuk menyerang petugas. Sementara seorang pelaku lain mengarahkan pistol rakitannya kepada personil yang mengejar, walaupun peluru tak jadi keluar karena macet.

“Dua pelaku kita tembak karena melawan petugas, sedangkan 2 pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Dari lokasi, kita temukan senpi rakitan milik para pelaku yang melarikan diri,” ungkap Kapolres.

Polisi pun kemudian menggelandang pelaku Jaya dan Adliansyah ke Mapolsek Pamulang beserta barang bukti 7 anak kunci leter T, satu pembuka kunci ganda, 1 pisau cukur, satu tas, seunit handphone, 2 unit sepeda motor milik korban, 1 sepeda motor yang digunakan pelaku, serta 1 senpi rakitan dengan 4 butir peluru milik pelaku yang berhasil lolos.

“Kita masih mengejar pelaku yang lolos, mereka bisa dikatakan sebagai kelompok jaringan Lampung, termasuk senpi rakitan itu milik kedua pelaku,” tutur Fadli.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian pun mengembalikan 2 unit sepeda motor milik korban yang sempat dijadikan barang bukti kepada para pemiliknya. (yy/firda)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...