Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ini Profesi yang Rawan Perceraian

Masalah dalam rumah tangga pasti akan ada. Entah itu bagi pasangan yang sudah lama menikah ataupun yang baru membina mahligai rumah tangga.

Sebuah penelitian mengungkap tentang keberadaan orang-orang dengan sejumlah profesi yang rentang mengalami perceraian. Berdasarkan sensus yang dilansir Zippia –sebuah laman yang menitikberatkan perhatian pada persoalan karir, terungkap, mereka yang bekerja dalam bidang tertentu, rawan mengalami perceraian, khususnya saat memasuki usia 30 tahun.

Tingkat perceraian tertinggi dimiliki oleh mereka yang berprofesi dalam bidang militer dengan persentase 30 persen. Profesi tersebut meliputi operasi terdepan, dan tugas mengkoordinasikan kegiatan personel militer.

Seperti dikutip dari laman NY Post, disebutkan, tingkat tertinggi berikutnya berasal dari profesi yang berkaitan dengan logistik, teknisi servis otomotif dan mekanik. Profesi yang rawan dengan perceraian berikutnya, masih terdapat dalam bidang militer yang berkaitan dengan operasi taktis militer dan senjata udara.

Sebenarnya, profesi dalam bidang militer menduduki peringkat tiga teratas dari 10 daftar profesi yang rawan dengan perceraian. Dari semua profesi, mereka yang bekerja di bidang militer memiliki kemungkinan terbesar untuk mengalami perceraian pada usia 30 tahun.

Disebutkan, perceraian biasanya terjadi saat seseorang memasuki usia antara 30-40 tahun. Mereka yang bekerja dalam bidang pelayanan seringkali bertemu dengan situasi unik yang mempengaruhi kehidupan pribadi mereka.

“Beberapa profesi yang memiliki banyak peminat pun bisa menjadi hal yang menyulitkan dalam pernikahan.” “Entah karena pekerjaan tersebut menyita waktu, terlalu berbahaya atau gaji yang tidak mencukupi,” kata Mark Hamrick, seorang analis ekonomi senior.

Menurut dia, risiko perceraian juga rentan terjadi pada mereka yang bekerja di bidang militer karena profesi tersebut menuntut pengorbanan yang tinggi. Berdasarkan riset yang diterbitkan the Journal of Population Economics, profesi yang berkaitan dengan bidang militer memiliki efek mendalam pada pernikahan.

Periset menemukan tingkat perceraian meningkat secara signifikan saat pasangan kurang menghabiskan waktu bersama setiap bulannya. Berdasarkan data Armed Forces Health Surveillance Branch, angkatan laut berisiko mengalami perceraian hingga 12,52 persen.

Sementara itu, marinir menduduki persentase hingga 8,9 persen, angkatan darat mencapai 8,48 persen dan angkatan udara menduduki mencapai 14,6 persen.

Masalah kesehatan mental menambah ketegangan pada pernikahan. Bahkan, para ahli melaporkan, faktor tersebut telah mengakibatkan 20 persen veteran Irak dan Afganistan melaporkan adanya gangguan stres dan depresi pasca trauma.

Riset lain dari Military.com -laman tentang profesi militer – menemukan fakta, anggota militer non aktif pun mengalami masalah dalam pernikahan. Ini bisa diakibatkan oleh pernikahan yang terlalu muda dan terlalu sering berpindah-pindah.

Hamrick mengatakan, stres dalam pekerjaan bisa mempengaruhi kehidupan asmara. Selain itu, masalah keuangan juga bisa menciptakan perpisahan. (kpg/firda)

Berita Lainnya
Leave a comment