Untuk Kepentingan Umum

Subsidi Solar Naik Rp1.000 Per Liter

43

Pemerintah berencana menambah anggaran subsidi solar pada tahun ini. Padahal sebelumnya Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mengalokasikan subsidi sekitar Rp500 per liter. Saat ini, harga solar ditetapkan Rp5.150 per liter.

“Sudah fix (subsidi solar) Rp1.000 (per liter),” ujar Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik di Kantor Pusat Pertamina.

Penambahan subsidi solar masih menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mulai pengesahan Komisi VI DPR yang membidangi energi kemudian Badan Anggaran DPR.

Pengesahan akhir adanya penambahan subsidi solar, saat digelarnya sidang paripurna DPR tentang pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2018.

Kementerian ESDM disebutkan mengusulkan subsidi solar menjadi Rp700 hingga Rp1000 per liter.

Penambahan subsidi solar, dinilai sebagai konsekuensi dari kenaikan rata-rata harga minyak dunia sejak awal tahun 2018 yang sudah berada di atas US$60 per barel, atau lebih tinggi dari asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2018 yang dipatok US$48 per barel.

Pada tahun ini, pemerintah juga memutuskan untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif listrik. Kebijakan dimaksud mendorong pemerintah untuk menaikkan subsidi energi pada tahun ini selain juga untuk subsidi solar.

Penambahan subsidi solar dianggap paling besar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diyakini, penambahan subsidi solar dapat menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tambahan subsidi solar agar tidak membebani Pertamina. Hanya saja, menteri keuangan mengatakan tambahan subsidi bagi solar hanya untuk 16,320 ribu liter. “Kenaikan anggaran (subsidi solar) kalau tidak salah, tidak lebih dari Rp4,1 triliun,” katanya. (pnt/firda)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...