Untuk Kepentingan Umum

Tuvalu Negeri Terpencil yang Akan Tenggelam

113

Traveler pasti jarang mendengar nama Tuvalu. Sebenarnya, ini adalah negara yang berada di Samudera Pasifik, dekat Papua Nugini.

Dikumpulkan  dari berbagai sumber, Jumat (16/3/2018), Tuvalu memiliki ibu kota Funafuti. Kalau secara posisi, dekat Australia, Fiji dan Kiribati. Wilayahnya terdiri dari 9 pulau kecil, dengan total tidak lebih dari 10 ribu jiwa dengan luas hanya 26 kilometer. Penduduk aslinya disebut sebagai orang Polinesia.

Dulunya, Tuvalu merupakan wilayah jajahan Inggris. Kemudian mereka merdeka pada tahun 1978.

Seperti negara-negara di Samudra Pasifik lainnya, Tuvalu memiliki keindahan alam yang mempesona. Airnya yang jernih dan pasir putih sangat memanjakan mata. Ditambah dengan suasananya yang nyaman.
Tuvalu menjadi tempat bagi para pecinta wisata alam bawah laut. Makhluk-makhluk lautnya juga beraneka ragam.

Karena wilayahnya yang mengandalkan laut sebagai sumber kehidupan, masyarakat Tuvalu juga mempunyai kegemaran menyantap ikan mentah. Hal ini dinamakan Ocean Restaurant, namanya mungkin seperti sebuah tempat, namun sebenarnya itu adalah nama dari kegiatan memakan ikan mentah tersebut. Umumnya, jenis ikan yang disantap adalah Tuna.

Kehidupan masyarakat Tuvalu juga bergantung dengan laut. Umumnya, masyarakat setiap hari pergi ke pantai untuk memancing. Mereka juga hanya menggunakan tali pancing dan menyeburkan setengah badan di pinggir pantai.

Namun ada satu hal yang mengancam keberadaan wilayah Tuvalu. Pulau yang memiliki musim kemarau dan hujan ini diperkirakan bakal lenyap karena pemanasan global.

Para ahli lingkungan juga berpendapat bahwa perubahan iklim akan membuat air laut di area Tuvalu semakin naik. Sehingga, bisa berakibat menenggelamkan Tuvalu nantinya. Akibatnya, banyak penduduk Tuvalu yang sudah angkat kaki ke wilayah tetangga, seperti Selandia Baru dan kepulauan Pasifik Selatan.

Sayang beribu sayang, Tuvalu yang diperkirakan akan diramal akan hilang ini tidak ditunjang dengan akses yang mudah untuk turis. Padahal, banyak keindahan alam yang bisa dinikmati di sini.

Ini dilihat berdasarkan turis yang datang rata-rata hanya 1.000-2.000 orang setiap tahunnya. Jika mau datang ke sini, traveler harus naik pesawat menuju Kepulauan Fiji kemudian mendarat di Bandara Internasional Funafuti. Sedangkan, akses kapal melalui di Dermaga Nukufetau. (dtk/firda)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...