Untuk Kepentingan Umum

Hari Air Sedunia, Aktivis Punguti Sampah

14

Banyak hal yang dilakukan oleh Pemerintah, Pelaku Industri dan Masyarakat dalam memperingati hari Air sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret. Tahun ini aksi tersebut dilakukan melalui kegiatan bersih – bersih sampah. Aksi ini dilakukan sekelompok aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) dan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci).

Kegiatan tersebut digelar aktivis lingkungan. Temanya “ Air Sungai Itu Dirawat dan Dibersihkan, Bukan Cuman Diomongin”.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan bersih – bersih sampah yang menyangkut di pepohonan, tiang beton jembatan dan tanggul.  Kemudian diangkut dengan mengunakan prahu untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)

“Hari ini kami mengadakan kegiatan memungut sampah di sungai Cisadane. Kegiatan seperti ini bukan hanya pada saat memperingati hari Air atau hari Sampah. Tapi kegiatan bersih – bersih dan mungutin sampah ini kami lakukan setiap hari,” ujar Asep Sobirin ketua pelaksana, Kamis (22/03).

Menurutnya, untuk menjaga lingkungan sungai Cisadane agar bebas dari sampah maupun limbah industri tidak hanya dilalakukan dengan cara diomongin atau didiskusikan saja. Karena kalau cuman diomongin, kondisi sungai ini akan terus memprihatinkan kalau tidak dibarengi tindakan yang nyata.

“Artinya sudah saatnya pemerintah, masyarakat dan pelaku industri bersama-sama merawat serta menjaga lingkungan sungai Cisadane ini,” ungkap pria yang akrab dipanggil Jebong tersebut.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Deny Tri Permana Koordinator aksi YAPELH. Pihaknya meminta kepada pihak industri yang memang selama ini memanfaatkan air baku sungai Cisadane untuk terjun langsung ke sungai.

“Kami minta kepada pelaku indsutri untuk tidak membuang limbah cairnya yang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu supaya baku mutu air sungai Cisadane itu tidak tercemar oleh limbah,” ucapnya.

Sementara Supriyatna koordinator Ranger Patrol Cisadane berpesan kepada Pemerintah Kota Tangerang maupun penegak hukum, supaya memberikan sangsi yang tegas bagi pelaku indutri yang memang selama ini masih kerap membuang limbah cairnya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

“Karena kalau ibarat penyakit itu keadaan sungai Cisadane itu sudah kronis, jadi jangan hanya memanfaatkan airnya saja. Tapi harus bisa menjaga dan merawat lingkungan sungai ini,” tandasnya.  (man/firda)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...