Untuk Kepentingan Umum

Diplomat Diusir, Rusia Janji Lakukan Serangan Balasan

12

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov marah besar soal keputusan Amerika Serikat yang mengusir 60 diplomat Rusia yang diikuti oleh Uni Eropa.

Kementerian Luar Negeri Rusia menilai pengusiran tersebut sebagai tindakan yang tidak ramah dan gerakan provokatif.

“Tak perlu dikatakan bahwa tindakan tidak ramah oleh kelompok negara ini tidak akan berlangsung tanpa pemberitahuan dan kami akan bereaksi,” demikian dalam pernyataan itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (27/3/2018).

Moskow menuding kelompok negara-negara Eropa itu ikut melancarkan kampanye anti-Rusia yang diarahkan oleh Inggris, sehingga merugikan penilaian bijak, norma-norma dialog internasional yang beradab, dan prinsip-prinsip hukum internasional.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dan 14 Negara Uni Eropa mengusir seluruh diplomat Rusia atas dugaan serangan racun terhadap bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia pada Senin, 26 Maret 2018.

Sebelumnya, pemimpin Uni Eropa mengatakan besar kemungkinan Rusia berada di balik serangan ini. Presiden Donald Trump sendiri sudah mengusir 60 diplomat Rusia di AS.

“Kepada pemerintah Rusia, ketika Anda menyerang rekan-rekan kami, Anda akan menghadapi konsekuensi serius,” kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan seperti dilansir Reuters

Namun, Moskow sendiri membantah tuduhan itu dan menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bahkan, Rusia melakukan balas dendam dengan mengusir 23 diplomat Inggris.

Kremlin mengatakan jelang pengumuman AS pihaknya akan menanggapi hal tersebut dengan cara yang sama

Serangan tersebut merupakan penggunaan racun saraf yang pertama kali di Eropa sejak Perang Dunia II, dan negara-negara anggota Uni Eropa sepakat pada Jumat untuk mengambil langkah-langkah tambahan terhadap Rusia. Jerman, Prancis, Belanda, Denmark, Polandia, Latvia, Lithuania dan Estonia mengumumkan pengusiran warga negara Rusia pada Selasa  27 Maret 2018.

Konsulat Rusia di Seattle, AS telah diperintahkan untuk ditutup. Perintah Trump juga termasuk kepada 12 warga negara Rusia yang dijelaskan oleh pejabat AS sebagai perwira intelijen Rusia dari misi Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, membuat AS khawatir kegiatan intelijen Rusia semakin agresif. (pnt/firda)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...