Untuk Kepentingan Umum

Sempat Jatuh Miskin, Shinta Bachir Rela Buka Jilbab dan Jualan Nasi

83
Tak hanya sampai disitu, beberapa tas mewah miliknya bahkan harus rela dijual untuk bisa memenuhi kehidupan dirinya dan si kecil. Semua itu rela ia lakukan lantaran dirinya sudah tak lagi sanggup membayar jasa supir dan suster yang menjaga buah hatinya.

“Saya dari pakai jilbab sampai buka, karena tawaran yang ditawarin di sinetron itu, terserah orang mau ngomong apa. Saya pernah benar-benar di titik yang paling bawah, saya sudah jual semua sampai mau bayar susah,” ungkap Shinta Bachir.

“Saksi hidup saya itu suster anak saya sama sopir. Saya mau bayar suster saja enggak ada uang, tinggal cincin satu-satunya saya jual, dan temen semua tahu kok saya banyak jual tas-tas saya, semuanya, buat hidup saya sama anak,” sambungnya.

Ditengah keterpurukannya, bintang film Suster Keramas ini mengaku menemukan banyak teman-teman yang rela menbantunya. Meski ia tidak bisa memungkiri bahwa dirinya sempat berjualan nasi disela-sela syuting.

Bahkan ia mengaku banyak dikenal oleh pedagang di Pasar Kramat Jati lantaran dirinya menjadi salah satu pelanggan di pasar tradisional tersebut.

“Banyak sih teman-teman bantu saya, ngasih support saya, sampai saya sekarang bisa seperti kayak gini. Dan saya enggak malu, orang semua bilang Shinta Bachir glamor, kalau saya mau nakal saya bisa gitu, ngapain saya jualan nasi? Boleh ditanya semua orang di Pasar Kramat Jati tuh, setiap malam saya tuh kenalannya tukang ayam, tukang cabe, semua orang disitu kenal saya,” paparnya.

“Saya pulang syuting, kadang pulang syuting jam 3 saya harus ke pasar, di foto-foto sama orang-orang tukang sayur, boleh ditanya. Perjuangan hidup saya sampai sekarang, saya besarin anak ini,” tambahnya.

Saat ini Shinta Bachir mengaku hanya ingin hidup tenang demi anak semata wayangnya. Bahkan ia merasa bahwa pertemuannya dengan Robby Abbas dapat meluruskan isu negatif yang selama ini melekat pada dirinya. (den)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...