Untuk Kepentingan Umum

Bergaya Era 1920-an, Desainer Kondang Indonesia

60
Koleksi Mel Ahyar, Barli Asmara dan Mel Ahyar dalam fashion show Magnum ‘Pleasure of Fashion’.

Komitmen Magnum dalam mendorong industri fashion tanah air, kembali terwujud dalam gelaran show bertajuk ‘Pleasure Of Fashion’. Kali ini, secara eksklusif, Magnum menggandeng tiga desainer berbakat yakni Barli Asmara, Mel Ahyar, dan Norma Hauri untuk menampilkan koleksi terbaru mereka.

Bertepatan dengan peluncuran varian terbarunya ‘Magnum Hazelnut Luxe’, Magnum sebagai trendsetter premium es krim terinspirasi dari warna violet dan gold sebagai royale color yang sedang tren di industri fashion dunia. Warna tersebut yang akan menjadi highlight dari koleksi para desainer.

“Kami menunjuk ketiga desainer tersebut karena mereka sangat mewakili karakter dari Magnum yang eksklusif, royale, dan sophisticated. Melalui kolaborasi ini kami berharap fashion bisa merepresentasikan pesan-pesan dari kampanye Magnum yakni pleasureexpertly crafted,” ungkap Amalia Sarah, Head of Marketing PT. Unilever Indonesia saat press conference acara ‘Magnum Luxeperience’ di Studio 6 Emtek City, Jakarta Rabu (2/5).

Terinspirasi dari kelezatan cokelat Belgia dan rasa Hazelnut yang mewah, ketiga desainer menampilkan 10 koleksi dengan sentuhan desain Artdeco klasik era tahun 1920-an sebagai tema besarnya. Masing-masing desainer menampilkan potongan busana yang menjadi simbol dari DNA-nya masing-masing.

Barli Asmara menampilkan koleksi bertema ‘Rotal French’ ke dalam busana couture bergaya modern, edgy dan mewah. Berfokus pada detail, ia menuangkan nuansa Artdeco era 1920 hingga 1940 ke dalam warna purple dan gold yang ekslusif. Rancangannya terlihat elegan dengan penggunaan bahan rajut dan fringe berbalut permata dan bebatuan.

Siluet busana perempuan seksi makin terlihat dengan permainan lase, print, dan lasser cut. Kali ini Barli juga kerjasama dengan Le Ciel design untuk mendukung aksesories model. Kemudian Mel Ahyar lewat lini ready to wear deluxe-nya Mel Ahyar first (MAF) mengusung konsep adibusana/couture bernuansa glamour.

Untuk pertama kalinya, Mel bereksplorasi dengan warna violet pada rancangannya. Gaya artdeco era 1920 terlihat jelas dengan penggunaan raw cottondan printing pada tulle sebagai simbol dari glamor. Selain itu koleksinya juga mengaplikasikan craftmenship rumit yang ia tuangkan dalam garis dan lengkung architect.

Desainer terakhir, Norma Hauri menampilkan gaya modest wear yang mewah dan elegan. Pada koleksi kali ini ia terinspirasi dengan detail artdeco perempuan era 1920 yang cenderung moderat dan bebas. Melalui penggunaan bahan sequin, jacquard, tule dan satin ia menyulap warna ungu ke dalam rancangan busana yang shopisticated.

It’s like dreams come true, akhirnya saya berkerjasama dengan Magnum menghadirkan modest fashion. Menurut saya modest is for everyone, tidak membatasi siapapun. Yang penting tidak sheer, tidak transparan dan mentaati norma kesopanan,” terang Norma. (den)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...