Untuk Kepentingan Umum

Para Pelaku Teror Memilih Usaha Mandiri Sebagai Pekerjaannya

3
ilustrasi

Belasan pelaku terduga teroris dari berbagai jaringan telah diamankan petugas Densus 88 beberapa hari kemarin. Dari penggerebakan di berbagai daerah, mayoritas para pelaku berprofesi wirausaha.

Seperti di Surabaya yang kesehariannya berbisnis produk minyak, seperti jaitun atau kemiri. Adapun terduga pelaku teroris terangkap di Sidoarjo memiliki toko sembako. Dan pelaku teroris di Tangerang pun, diketahui berprofesi sebagai tukang jahit.

Menurut mantan narapidana teroris, Yudi Zulfahri. Para teroris lebih memilih berwirausaha. Karena jika kerja di pemerintah dalam ajarannya itu dilarang.

“Kalo wirausaha waktunya tidak terikat. Bisa melakukan hal lain. Karena jika di perusahaan sebagai karyawan kan waktunya terbatas,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (17/5/2018).

Sebab, kata Yudi, para pengikut ajaran aliran radikal tersebut tujuan hidup mereka bukanlah dunia. Sehingga, mencari nafkah hanya sekedar memenuhi kebutuh hidup.

“Untuk usahnya sendiri tergantung skil atau kemampuan masing-masing. Mulai dari latar belakangnya atau spesialisasi. Kebanyakan juga yang berjualan obat-obatan herbal,” ungkapnya.

Untuk membagi waktu dalam keseharannya hanya memrioritaskan perjuanan. “Karena jika tiba-tiba dirinya diminta berjuang, ya mereka harus meninggalkan itu semua,” tutur mantan napi di teroris di Aceh itu. (den)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...