Untuk Kepentingan Umum

PPDB Online Bolong, Diskominfo Tangsel Tutup Mulut

ilustrasi

Ada tantangan besar yang dihadapi panitia penyelenggaran dalam melaksanakan sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online. Banyak masyarakat di kalangan eksternal maupun internal warga berdomisili di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencoba manfaatkan penggunaan sistem teknologi online.

Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Komunikasi dan Persandian Diskominfo Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin menyebutkan, seperti halnya regulasi zonasi dalam PPDB. Aturannya, bagi warga luar daerah yang ingin mendaftarkan sekolah punya kuota 5 persen dari jumlah kursi yang tersedia.

“Dia (warga luar Tangsel) coba-coba sistem online karena punya kemampuan menggunakannya,” kata Asep kepada wartawan, Jum’at (25/5/2018).

Menurutnya, penyelenggaraan PPDB online bukan hajat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel saja. Tapi juga hajat milik pemerintah daerah setempat untuk kepentingan masyarakat.

“Makanya sekarang kita sedang tes sistem online yang baru untuk menutupi yang bolong-bolong,” ungkap Asep.

Ditanya ihwal seringkali terjadi adanya masalah penumpukan antrean pendaftar PPDB online dalam waktu yang bersamaan sehingga loading terlalu lama. Asep memaparkan, dalam pembangunan sistem aplikasi biasanya penumpukan terjadi akibat beberapa hal pemicu.

Diantaranya, struktur program aplikasi yang dibuat tidak baik. Kemudian juga infrastruktur jaringan penyedia sistem sudah baik tapi koneksi internet milik pengguna sedang bermasalah maka hal itu dapat menimbulkan kendala.

“Ternyata akses internet di tempat warga mohon atau pendaftar kurang baik,” papar Asep seraya menyarankan warga pengguna PPDB online bisa memanfaatkan spot WiFi dan tersebar di sejumlah titik lokasi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.(den)

Berita Lainnya
Leave a comment