Untuk Kepentingan Umum

Dinkes Kota Tangsel Gelar Pemeriksaan Calon Jemaah Haji

Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengadakan  tes kesehatan calon haji di RSU Kota Tangsel ini baru-baru ini. Pemeriksaan merupakan kali pertama dilaksanakan. Tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan di rumah sakit swasta. Pemeriksaan kesehatan calhaj melibatkan 16 dokter dari Dinas Kesehatan dan RSU. Sebanyak 1.100 calon jamaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan.

Penunjukan RSU Kota Tangsel sebagai rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji, seiring semakin lengkapnya sarana di rumah sakit milik pemerintah daerah ini. Terlebih, gedung dua RSU Kota Tangsel pun sudah terbangun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Suhara Manullang mengatakan pemeriksaan yang terbagi dalam tiga hari ini adalah lanjutan dari tahap pertama yang dilaksanakan di tiap puskesmas.

“Pemeriksaan mencakup pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan lab gula darah, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan rontgen, pemeriksaan EKG, pemeriksaan fisik, vaksinasi influenza, vaksinasi pneumonia, vaksinasi meningitis hingga legalisasi vaksinasi,”ujarnya.

Sementara untuk pemeriksaan tambahan seperti jantung, influenza serta meningitis atau penyakit berat lainnya, menurut Suhara akan dirujuk lebih lanjut dengan biaya yang ditanggung sendiri

“Apakah calon jamaah haji harus didampingi atau tidak. Biasanya setiap kloter pun menyediakan tim medis sendiri. Nah, semua data dari pemeriksaan ini akan menjadi satu bahan dan data untuk para dokter,” ungkap Suhara.

Namun menurut Suhara, setelah tiga hari berlangsung dan jika belum semua terlayani maka akan dipindahkan ke Dinkes Kota Tangsel.

“Kami tentunya berharap, agar mereka bisa menunaikan ibadah haji dan dengan pulang selamat,” harapnya.

Ia mencontohkan salah satu pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji adalah penyuntikan vaksin menginitis. Suntik vaksin ini ini sudah menjadi hal standar bagi seluruh jamaah calon haji yang akan melakukan ibadah ke tanah suci.

“Jadi penting bagi setiap jamaah untuk diberikan vaksin sebelum berangkat ke tanah suci,” katanya.

Ia mengatakan, calon jamaah haji yang sedang dalam perawatan kesehatan seperti kencing manis/gula, hipertensi,penyakit jantung serta penyakit lainnya akan didampingi tim kesehatan selama melakukan prosesi ibadah haji. “Biasanya setiap kloter ada dua dokter yang menjadi pendamping calon jamaah haji yang disebut TKHD dan TKHI,” ucapnya.

Dengan pemeriksaan kesehatan ini, Suhara berharap semua calon jamaah haji asal Tangsel dapat melakukan ibadah haji dengan tenang dan lancar tanpa ada hambatan kesehatan.

“Mudah-mudahan selama di tanah suci tidak ada kendala apapun. Dan pulang ke Indonesia dengan sehat,” tandasnya

Sementara Baiq Winarni (40), calon jamaah haji asal Pondok Cabe turut menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi wanita. Ia mengaku telah mendaftar sejak tahun 2011 dan tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Alhamdulillah sehat dan semoga tidak ada hambatan apapun dalam menjalani ibadah haji nanti,” imbuhnya. (adv)

Berita Lainnya
Leave a comment