Untuk Kepentingan Umum

Motif Dendam, Dua Pelaku Pembunuh Sadis di Pagedangan Dibekuk

Jajaran Kepolisian Resor Tangsel menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan sadis di Pagedangan, Kamis (5/7/2018) di Mapolres Tangsel, BSD Serpong.

Dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Iwan Wahyuda (39) di bengkel sepeda motor di Kampung Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, pada Senin (2/7/2018) sore akhirnya dibekuk polisi.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan, dari keterangan sementara yang diakui kedua pelaku, pembunuhan terhadap korban Iwan yang bekerja sebagai buruh pabrik itu, dilatar belakangi oleh motif dendam.

“Pembunuhan tersebut sudah direncanakan keduanya. Kedua pelaku membuntuti korban sejak keluar dari tempat kerja, saat itu korban juga berusaha melarikan diri sampai berhenti di bengkel motor (TKP pembunuhan) untuk mencari pertolongan,” ungkap. Ferdy.

Kedua pelaku Sutrisna alias Bule dan Anwarudin diamankan, setelah dua hari buron ke wilayah Cikande, Kabupaten Serang pada Rabu (4/7/2018) kemarin. Kedua pelaku diamankan di tempat persembunyiannya.

“Karena berusaha melawan saat kami amankan, keduanya kami tindak tegas dengan menembak di bagian kaki,” terang Ferdy, Kamis (5/7/2018).

Ferdy menjelaskan, dalam pembunuhan tersebut, Sutrisna alias Bule bertindak sebagai eksekutor, sementara pelaku Anwarudin bertindak sebagai pengemudi sepeda motor.

Karena suasana bengkel yang sepi, korban yang lebih dahulu berhenti di bengkel disusul pelaku yang juga berboncengan sepeda motor.

Di tempat itu, pelaku secara membabi buta menghujamkan pisau ke tubuh korban. “Akibatnya korban mengalami banyak luka terbuka di tubuhnya, sehingga korban meninggal di tempat. Kemudian keduanya melarikan diri,” kata Kapolres.

Pelaku menghabisi nyawa korban karena merasa dendam “Motifnya sakit hati, pelaku dendam dengan sikap korban selama bekerja,” imbuh Ferdy.

Kedua pelaku ternyata merupakan rekan kerja korban di perusahaan pembuatan kasur di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang. Korban juga kerap menjelek-jelekkan pelaku di hadapan atasan kerja mereka. “Karena korban sering mengintimidasi Bule, dan pelaku dendam,” pungkas Ferdy.

Polisi mengamankan sejumlah alat bukti berupa pisau, motor dan pakaian pelaku dengan bercak darah serta pakaian korban.

Akibat perbuatan keduanya dijerat pasal 351 ayat 3, pasal 338, 340 juncto pasal 170 tentang penganiayaan berat hingga korbanya meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara mati atau seumur hidup. (den)

Berita Lainnya
Leave a comment