Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangerang Selatan Ads

Lagi, Curanmor di Tangerang Tewas Didor Polisi

25
Jasad curanmor tewas saat di kamar jenazah RSU Tangerang, Rabu (11/7/2018)

Jasad Endut, 18, terbujur kaku di kamar jenazah RSU Tangerang. Petugas terpaksa melontarkan timah panas karena melawan saat akan diringkus.

Pria tersebut dikatakan Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan adalah satu dari empat komplotan spesial pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Tangerang.

Selain Endut, tiga anggota komplotan itu adalah Yogi, 17, AR dan Opang. Tiga pelaku berperan sebagai eksekutor, sementara Opang sebagai penadah.

Terungkapnya jaringan komplotan curanmor itu ketika petugas berhasil meringkus Yogi dan Endut. Kemudian Opang, sementara AR masih buron.

“Pelaku atas nama Yogi ditangkap polisi di Teluknaga, Endut diamankan di Jatiuwung dan Opang diringkus di Serang beberapa hari yang lalu,” ujar Harry saat ungkap kasus di RSUD Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Kata Harry, pihaknya terpaksa melumpuhkan Endut, karena saat dilakukan pengembangan kasus untuk membekuk AR, Endut melakukan perlawanan yang membahayakan nyawa anggota Sat Rekrim Polres Metro Tangerang.

“Pada saat kami tangkap, kami lakukan pengembangan ke salah satu pelaku lainnya yang masih dalam pencarian yaitu AR. Tapi pelaku Endut melakukan perlawanan kepada petugas dan langsung berikan tindakan tegas terukur,” jelas Harry.

Masih menurut Harry, komplotan curanmor jaringan Lampung tersebut dikenal sadis, mereka tak segan-segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api.

“Para pelaku tidak segan melukai korbannya dengan senjata. Senjata tersebut sedang kami kejar di salah satu DPO yaitu AR.,” beber Harry.

Dari komplotan ini, petugas menyita sembilan unit kendaraan sepeda motor berbagai jenis, tujuh STNK asli serta dua alat kejahatan seperti kunci letter T dan magnet.

“Kedua pelaku yang masih hidup kami kenakan pasal 363 yaitu pencurian dengan pemberatan dan 480 yaitu penadahan dengan ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” tukasnya (RBL).

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...