Untuk Kepentingan Umum

Macam-macam Gincu Mewarnai Perjalanan Sejarah Perempuan

10
ilustrasi

Perempuan kerap selalu ingin terlihat berbeda dari orang lain. Untuk itu mereka melakukan berbagai macam cara. Antara lain memakai gincu dan riasan wajah agar mengubah penampilan.

Keberadaan gincu, atau lebih dikenal dengan lipstik, hampir setua peradaban manusia. Menariknya, lipstik pada awalnya tidak merujuk pada jenis kelamin tertentu, tetapi menjadi pembeda status sosial. Bagaimana lipstik mewarnai perjalanan waktu? Demikian asal-usulnya.

Lipstik Ratu Pu-Abi

Sejarah lipstik dimulai dari Ratu Shub-Ad atau dikenal dengan nama Pu-Abi dari Ur, kota kuno di Sumeria, Mesopotamia selatan. Dia hidup sekitar tahun 2.600-2.500 SM. Ratu Sumeria ini mewarnai bibirnya dengan tumbukan halus timah putih dan batuan merah. Sementara perempuan Mesopotamia menghias bibirnya dengan tumbukan batu permata.

Lipstik Cleopatra

Penggunaan carmine sebagai pewarna merah dalam lipstik berasal dari Mesir 50 SM. Kabarnya Cleopatra pun menggunakan pewarna bibir jenis ini. Ia dihasilkan dari ekstrak kumbang cochineal, yang suka makan kaktus merah dan mengeluarkan cairan berwarna merah pekat –cairan inilah yang disebut carmine. Pembuatannya, kumbang direbus dan dikeringkan lalu ditumbuk halus. Teknik ini masih diterapkan hingga hari ini.

Lipstik Permaisuri Kaisar Nero

Tahun 150-31 SM, Poppaea Sabina, permaisuri Kaisar Nero, kabarnya memiliki setidaknya 100 orang demi menjaga penampilan dan warna bibirnya setiap saat. Setelah Poppaea, perempuan Romawi cenderung menggunakan pewarna merah atau keunguan untuk bibirnya. Lipstik ini terbuat dari oker, bijih besi, dan fucus (alga coklat).

Lipstik Padat

Abu Al-Qassim Al-Zahrawi atau dikenal dengan nama Abulcassis (936-1013 M), seorang fisikawan, dikenal sebagai pencetus lipstik padat. Dia menulis temuannya dalam ensiklopedia pengobatan Al-Tasreefyang terdiri dari 30 volume. Apa yang dianggap sebagai awal-mula lipstik saat ini mungkin berasal dari penjelasannya mengenai pembuatan stik wangi yang digulung dan ditekan dalam cetakan khusus. Dia menggunakan zat berminyak yang disebutnya Adhan untuk pengobatan dan kecantikan.

Lipstik Ratu Elizabeth I

Pada Zaman Kegelapan di Eropa, lipstik sempat dilarang gereja. Bibir berwarna dikaitkan dengan ritual pemujaan setan. Praktis, pewarna bibir hanya dijumpai masyarakat kalangan bawah, khususnya pelacur. Baru pada 1600-an Ratu Elizabeth I mempopulerkan tren warna bibir merah dengan muka putih yang dingin. Pewarna bibir dibuat dengan lilin lebah dan tanaman merah. Hanya perempuan kelas atas dan aktor/aktris yang mengenakan lipstik.

Lipstik Kuas

Aktris Amerika Serikat, Sarah Bernhardt, mulai memakai lipstik di depan umum pada 1880-an. Saat itu lipstik diaplikasikan dengan kuas. Di era ini juga lipstik mulai diproduksi secara komersial. Guerlin, perusahaan kosmetik Prancis, menjadi produsen pertama yang memproduksi lipstik komersial pada 1884.

Tabung Kertas

Pada akhir 1890-an, Sears, Roebuck & Co. dari Amerika Serikat mulai membuat katalog untuk mengiklankan dan menjual produk lipstiknya. Mereka membuatnya dari lemak rusa, minyak jarak, lilin lebah, dan kemudian membungkusnya dalam kertas sutra, ditempatkan dalam tabung kertas berwarna, atau dijual dalam pot kecil.

Tabung Levy

Lipstik pertama yang dijual dalam wadah logam silinder diciptakan Maurice Levy dari perusahaan manufaktur Scovil di Amerika Serikat pada 1915. Levy menemukan wadah silinder logam yang memiliki tuas kecil di sampingnya untuk menurunkan dan mengangkat lipstik. Dia menamakannya “Tabung Levy”.

Tabung Silinder Putar

Bentuk tabung silinder putar yang mendorong batangan pewarna bibir seperti dikenal sekarang dipatenkan James Bruce Mason, Jr. di Nashville, Tennessee, tahun 1923. Penemuan ini membuat lipstik mudah diterapkan.

Bukti Ciuman

Kimiawan asal Prancis, Paul Baudercroux, menciptakan lipstik dengan julukan “Rouge Baiser” yang dipasarkan sebagai “Bukti Ciuman” pada 1927. Sayangnya ia dengan cepat ditarik kembali dari pasar. Ketika dipakai, lipstik ini sulit dihapus.

Lip Gloss

Max Factor, perusahaan lipstik terkemuka di Amerika Serikat, menemukan dan memasarkan lip gloss(dipakai untuk pelembab bibir atau mendapatkan kesan berkilau) pada 1930-an. Seperti banyak kosmetik lainnya, Max Factor mulanya memperuntukkan lip gloss untuk aktor film. Namun, ia segera diarahkan ke konsumen biasa.

Lipstik Tahan Lama

Hazel Gladys Bishop, kimiawan Amerika dan pendiri Hazel Bishop, Inc., menciptakan lipstik tahan lama dan tak menempel ke mana-mana (non-smearing) tahun 1950.

Lipstik Elizabeth Taylor

Pada 1950-an, aktris Amerika Elizabeth Taylor mempopulerkan bibir berwarna merah gelap. Dia menjadi model iklan lipstik bernama Clear Red yang dirilis perusahaan Max Factor. Di era yang sama, Marilyn Monroe menjadi aktris lainnya yang ikut mempopulerkan lipstik warna merah.

Lipstik Ronettes dan Shirelles

Pada 1960, grup music rock Ronettes dan Shirelles mempopulerkan lipstik putih. Namun, sebagian besar perempuan lebih suka warna lebih gelap dan berwarna-warni. Saat itu, lipstik dan sepatu hak tinggi adalah salah satu wujud dari feminitas. Perempuan yang tidak memakai lipstik dihubungkan dengan penyakit mental dan lesbianisme.

Lipstik Punk

Pada 1970-an, muncul tren lipstik warna hitam, yang diilhami dan popular di kalangan penyuka kultur gotik dan punk.

Lip Smackers

Pada 1973, Bonnie Bell, perusahaan kosmetik Amerika Serikat, memperkenalkan ke publik untuk pertama kali lipstik yang memiliki rasa dengan nama “Lip Smackers”. Lipstik ini langsung meraih kesuksesan di antara perempuan muda.

Frosty Lipstick

Nuansa mengkilap, metalik, dan futuristik menjadi andalan jenis lipstik ini. Ia sempat berjaya pada era 1990-an namun tak bertahan lama. Mungkin karena tak semua wajah cocok dengan efek yang ditimbulkan lipstik ini.

Lip Tint/Lip Stain

Pada tahun 2000-an, jenis pewarna bibir yang satu ini mulai dikenal luas. Umumnya tidak memiliki kandungan lilin atau minyak sebagaimana lipstik umumnya. Bahan utamanya biasanya air, gel, atau alkohol. Efeknya, bibir jadi lebih kering. Meski begitu, lip tint tetap menjadi pilihan karena warnanya yang tahan lama.

Lipstik Matte

Produk awal lipstik sebenarnya memberi kesan seperti lipstik matte ini. Lipstik matte ditandai dengan efek bibir yang tak mengkilap, sehingga menimbulkan kesan kering. Selain itu, ia lebih sulit dibersihkan. Jenis lipstik ini diklaim menjadi tren pada 2014-2015. Terlihat dari semakin banyak perusahaan kosmetik merilis lipstik jenis ini. Hingga tahun 2016, lipstik matte masih digandrungi.

Kini variasi lipstik dapat dijumpai dalam bentuk pasta (lipcream), batangan (lipstick), pensil, maupun berbentuk krayon. (den)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.