Untuk Kepentingan Umum

Anggota Kerajaan Ubur-Ubur Kalau Kumpul Sampai Subuh

Kepolisian resor (polres) Serang kota bersama MUI mendatangi sebuah rumah yang menjadi tempat ritual ‘Kerajaan Ubur-Ubur’ di Jl. Sayabulu, Ciracas, Kota Serang, Senin (13/08).

Kapolres Serang AKBP Komarudin mengatakan pihaknya mendatangi tempati itu berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas yang dilakukan oleh aliran sesat tersebut.

“Berawal dari keresahan masyarakat yang melapor  kepada kita dan kita mengantisipasi tindakan main hakim sendiri, ini yang tidak kita inginkan, oleh karena itu kami cepat bergerak dengan para alim ulama dan kesepuhan untuk mendalami yang terjadi,” kata Komarudin.

Ia menjelaskan berdasarkan kesimpulan sementara dari MUI Kota Serang, aliran tersebut telah keluar dari ajaran Agama Islam.

“Kami melihat ada aktifitas-aktifitas yang tidak lazim yang biasa dilakukan oleh umat muslim, pas saya tanya tadi katanya mereka shalat juga, zikir juga, tapi tidak lazim, seperti mereka bilang Allah memiliki makom, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan pada kesempatan itu, pihaknya mengamankan SL yang diduga menjadi pemimpin kelompok tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Mereka menamakan kerajaan ubur-ubur, di sana ada raja, ada kepala suku, dan lain-lain, masih dalam penyelidikan, kurang lebih ada tujuh orang, ada urusan ritual, ada penerimaan tamu kerajaan, urusan ritual, pemberitaan dunia hasil ritual bukan dunia akhirat, tadi sempet dibahas oleh mereka, tujuan mereka adalah menggali harta kekayaan yang terpendam,”tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Sarbini mengaku merasa terganggu dengan adanya aktifitas di kamis malam (malam jum’at) dikelompok tersebut hingga menjelang fajar.

“Ga pernah komunikasi, ga nyambung di ajak ngobrolnya, tiap malam jumat banyak orang sampai jam 04.00 subuh, kalau denger denger sih paranormal,”pungkasnya. (eni/firda)

Berita Lainnya
Leave a comment