Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Anak Bangsa, DN. Aidit Mati Ditemani Sebatang Rokok

Aidit diatas podium bersama Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno. (foto : istimewa)

Nama lengkapnya Dipa Nusantara Aidit, orang Sumetera Selatan, lahir di Belitung pada 30 Juli 1923. Dia putera sulung dari enam bersaudara. Berasal dari keluarga terpandang, ibunya ialah Mailan dari keturunan ningrat, dan ayahnya bernama Abdullah Aidit yang menjabat posisi mantri kehutanan kala itu.

 

Ketika PKI melakukan pemberontakan pada tahun 1948 di Madiun, usia Aidit baru 25 tahun. Dia terlibat dalam pemberontakan ini, meski setelahnya jadi lebih sering kabur-kaburan ke banyak tempat.

Pada pemilu tahun 1955, Aidit yang berusia 32 tahun membawa PKI masuk jajaran empat besar sebagai pengumpul suara terbanyak di Indonesia.
Pemerintah Orde Baru mengklaim Aidit bertanggung jawab atas Gerakan 30 September 1965, oleh karenanya Ketua PKI ini mesti ditangkap. Namun dia bersembunyi di ruangan rahasia dalam rumah seorang simpatisan di Solo, Jawa Tengah, dan berhasil membuat TNI Angkatan Darat kesulitan mendapatkannya untuk beberapa lama.
Setelah dicari ke mana-mana, akhirnya TNI menemukan ruang rahasia itu ada di belakang lemari, dan Aidit sedang duduk di sana.
Ketika TNI AD menginterogasi Aidit di rumah pesembunyian, mereka memberikan sejumlah dokumen pernyataan yang harus ditandatangi. Aidit menyatakan menyerah, dan diangkut ke luar rumah. Sebelum pergi, Aidit sempat merokok bahkan minta izin pada TNI AD untuk membawa rokoknya ke tempat eksekusi mati.
Aidit dieksekusi di Boyolali, Jawa Tengah, oleh tentara. Dia meninggal usai dihujam peluru dari senapan Kalashnikov. Usai Aidit tewas, Presiden Soeharto membubarkan PKI dan menjadikannya partai terlarang di Indonesia.
Aidit meninggal pada usia 42 tahun, meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. (den)
Berita Lainnya
Leave a comment