Untuk Kepentingan Umum

Angka Bebas Jentik Nyamuk di Pamulang Capai 95 Persen

Dinas Kesehatan Kota Tangsel terus melakukan sejumlah langkah guna menciptakan kota sehat, bersih lingkungan, bersih rohani dan jasmani.

Nah, guna mewujudkan hal tersebut dilakukan sejumlah upaya guna mendukung langkah kota sehat. Salah satunya bisa dilihat dari program bebas jentik nyamuk. Seperti di 156 RW se Kecamatan Pamulang yang mencapai 95 persen angka bebas jentik nyamuknya.

Cara ini bagian dari program kota sehat dalam memerangi  penyakit demam berdarah atau aedes agepty. Harapannya dengan angka bebas jentik nyamuk di angka 95 persen pemberantasan nyamuk DBD makin bagus.

Surveyor Jumantik Yayah Samsyiah mengatakan, angka bebas jentik nyamuk yang tinggi menjadi indikator kalau warga sudah tahu dan paham  bagaimana cara efektif menangkal nyamuk demam berdarah. Artinya mereka sudah tahu bagaimana cara membasmi nyamuk demam berdarah.

“Ini yang penting kita lakukan bagaimana juga jumantik nanti akan mengedukasi ke masyarakat bagaimana menjaga kebersihan dan bagaimana memberantas nyamuk demam berdarah. Ini yang harus terus didorong,” imbuhnya.

Kata dia, nantinya sejumlah kecamatan juga akan dilakukan pembekalan atau pelatihan bagi jumantik. Target semua kecamatan di Tangsel angka bebas jentik nyamuk juga tinggi. Nah, jika sudah bisa dilakukan tentunya edukasi ke masyarakat akan lebih mudah dan cepat.

Ini yang harus terus dilakukan guna menciptakan kota sehat bebas dari demam berdarah.

Meski begitu, ia juga merasa tugas jumantik lebih dari sekadar memeriksa dan membasmi jentik.

“Jumantik harus bisa mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap bahaya DBD. Butuh kelihaian dan pendekatan tersendiri untuk melakukan hal ini,” ujarnya.

Kepedulian masyarakat, bisa dimulai dari hal kecil, misalnya membuka pintu jika jumantik datang untuk memeriksa rumah mereka. Lebih lanjut, setelah dikunjungi jumantik, masyarakat harus mengerti apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam rangka waspada DBD. Ambil contoh, rajin menguras tempat penampungan air sendiri tanpa harus dikunjungi jumantik.

“Jumantik harus jadi agen perubahan. Jika masyarakat dan jumantik bekerja sama, diharapkan angka kejadian, terutama kematian akibat DBD, bisa ditekan hingga nol,” ujar Yayah yang juga pensiunan di Dinkes Kota Tangsel ini.

Nah, bila ini sudah bisa dilakukan para jumantik, ia yakin kasus DBD di Kota Tangsel bisa ditekan. Target bebas dari DBD bisa terealisasi. Namun itu mewujudkan hal tersebut butuh langkah-langkah dan upaya yang tidak mudah.

“Dukungan seluruh lapisan masyarakat penting dilakukan dan bisa menjadi solusi bagaimana Tangsel bebas dari DBD,” imbuhnya (adv)

Berita Lainnya