Dosen Dituntut Pandai Menulis di Media Massa

oleh -
CEO PT Cimko Istidjar Nusantara, S. Ikom, M.Ikom menerima kenang-kenangan dari Kepala LP3M STIE Ahmad Dahlan Pitri Yandri seusai menjadi pembicara.

Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIE Ahmad Dahlan, Cirendeu menggelar pelatihan penulisan, Jumat (28/9). Kegiatan ini dimaksud untuk meningkatkan kemampuan menulis para dosen di media massa.

Pada kesempatan itu turut menjadi pembicara Yanti Budiasih SE MM, Dra Sulistyo Seti Utami MM dan M. Istijar Nusantara, S.Ikom, M.Ikom.

Kepala LP3M STIE Ahmad Dahlan Pitri Yandri mengatakan saat ini dosen dituntut untuk memiliki kemampuan menulis di media massa. Dengan kemampuan tersebut, para dosen akan memiliki kemudahan untuk mempublikasikan baik itu hasil penelitian, hasil pengabdian di masyarakat termasuk buah pemikirannya sebagai seorang akademisi.

“Kemampuan dalam menulis itu sangat mutlak harus dimiliki seorang dosen. Karena memang itu tuntutan dari Dikti (Kementerian Riset, Teknonologi dan Perguruan Tinggi RI) untuk meningkatkan jenjang karir dosen harus memiliki kemampuan menulis di media massa dalam hal ini press release,” tuturnya.

Wartawan Senior Istijar Nusantara mengatakan banyak keuntungan yang diperoleh ketika dosen/akademisi mahir menulis di media massa. Selain memang tuntutan akdemisi, dosen/akademisi yang memiliki kemampuan menulis juga akan lebih cepat terkenal di masyarakat.

“Banyak pengamat atau narasumber di media massa dari kalangan akademisi itu awalnya karena sering menulis artikel di media massa,”kata mantan General Manager Tangsel Pos ini.

Pria yang juga CEO Cimko Media Group ini juga sependapat bahwa dosen harus memiliki kemampuan menulis di media massa. Selain memang mempublikasikan hasil pemikirannya juga sebagai bukti kemampuan dalam bidang akademisi itu sendiri.

“Saya memberikan contoh ibarat seorang koki itu disebut hebat jika memiliki kemampuan memasak berbagai jenis masakan.  Dosen itu disebut kemiliki kemampuan jika semakin banyak menghasilkan tulisannya baik dalam bentuk artikel di media massa termasuk juga buku yang telah ditulisnya. Karena tulisan yang dibukukan itu akan selalu dikenang sepanjang massa,” ujar pengusaha reklame ini.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan komunitas perguruan tinggi untuk bisa mempublikasikan lembaganya ke media massa. Yakni bisa melalui jumpa pers, membuat diskusi publik, mengirimkan press release ke media dan menulis opini di media.  (jar/firda)

Share this...
Print this page
Print