Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ibukota Provinsi Darurat Maksiat

Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Kota Serang menyatakan saat ini Kota Serang sudah darurat maksiat.

Hal itu terlihat banyaknya  perempuan malam berkeliaran dengan leluasa tanpa malu di area terbuka seperti Alun-alun.

“Waduh angkanya sudah luar biasa, saya bilang sudah darurat. Teman-teman bisa nongkrong di Alun-alun bagaimana berkeliaran perempuan jalanan,” kata ketua umum GPMI Kota Serang, Ipul Syaifullah, Sabtu (06/10).

Menurutnya, Kota Serang saat ini sudah mulai berkembang tempat-tempat prostitusi. Meskipun mayoritas Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Serang merupakan pendatang.

 “Tempat-tempat prostitusi merajalela dan nyaris tak terelakan perkembangannya dan butuh orang yang memiliki keberanian untuk di eliminir,” katanya.

Selain itu, Narkoba yang dulu sangat tabu sudah bukan hal yang aneh. Untuk itu menurutnya GPMI hadir sebagai organisasi yang akan konsentrasi ke ranah itu.

“Misi kita dibentuk GPMI itu bagaimana gerakan ini bisa mewarnai kaum muslimin di Kota Serang, untuk meminimalisir pelaku maksiat,” katanya.

Dalam pergerakannya, GPMI tidak akan menabrak hukum di Indonesia. Tetapi, bagaimana melakukan pendekatan kepada pelaku dengan selalu berkoordinasi dengan stakeholder lainnya seperti MUI dan Kepolisian.

“Kita akan edukasi, pendekatan personal approach dengan MUI dengan Bazda bagaimana Kota Serang bersih dari pelaku-pelaku itu dengan kepolisian juga kita hearing ke dewan,” katanya.

Menurutnya, selama ini pelaku hanya ditangkap dan kemudian dilepas kembali tanpa ada pembinaannya.  Ia mengharapkan pemerintah daerah hadir  untuk membina agar mereka tidak kembali turun ke jalan melakukan aktifitas prostitusinya.

“Negara ini harus hadir, (Pemkot) saya lihat kurang maksimal karena tidak ada anggaran untuk membina mereka, mereka ditangkapin tapi tidak dibina,” katanya. (eni/firda)

Berita Lainnya