Untuk Kepentingan Umum

Banyak Diminati, Dinkop dan UKM Kembangkan Kerajinan Talikur

Beragam kegiatan bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dijual dan dijadikan penghasilan tambahan keluarga.

 

Salah satunya adalah melalui kerajinan Talikur, kerajinan dari rangkaian tali ini sangat digemari oleh ibu-ibu di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

 

Bahkan setelah mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UKM Tangsel, ibu-ibu tersebut langsung mempraktekannya di rumah masing-masing hingga menjadi suatu produk.

 

“Kita telah menggelar kegiatan peningkatan dan pengembangan ekonomi kreatif koperasi dan UMKM pada ibu rumah tangga di Tangsel dengan memberikan pelatihan talikur,” ungkap Kepala Bidang Data Inovasi dan Teknologi pada Dinkop dan UKM Tangsel, Anafrizal.

 

Menurutnya, kerajinan Talikur tidak memerlukan waktu khusus, ibu-ibu bisa mengerjakannya sambil nonton televisi, mengobrol dengan keluarga, atau sambil menjaga anak. Karena tidak memerlukan waktu khusus atau fokus untuk mengerjakannya.

 

“Inilah yang menjadi pilihan kami dalam memberikan latihan talikur. Karena sangat potensial untuk ibu rumah tangga dalam menambah penghasilan keluarga,” bebernya.

 

Menurutnya pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan atau skill para pelaku UMKM di Kota Tangsel. Sebanyak 100 UMKM telah dilatih Talikur.

 

“Tahap awal 100 UMKM telah dilatih, kemudian saking antusias dan semangat yang luar biasa para UMKM ini meminta untuk diberikan kembali pelatihan untuk melanjutkan apa yang sudah dibuatnya,” jelasnya.

 

Skill dasarnya mereka sudah bisa, tinggal kemudian para peserta ini berinovasi menghasilkan kreasi yang menarik. Dasarnya sudah dimiliki tergantung mereka mengimplementasikannya, karena bukan hanya tas saja, bisa juga dibuay inovasi baru dengan melihat pasaran yang ada.

 

“Harapan kita talikur menjadi salah satu unggulan produk UMKM yang ada di Tangsel, karena kerajinan tangan ini sesuai dengan rekomendasi badan ekonomi kreatif. Dimana bahwa Tangsel adalah kota craft. Jadi saya mengedepankan handycraft disamping kuliner dan fashion,” jelasnya.

Kepala Dinkop dan UKM Kota Tangsel Dahlia Nadeak mengatakan, potensi kerajinan talikur ini besar. Selain bisa dikerjakan di rumah peminatnya juga banyak. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar pengrajin talikur bisa memanfaatkannya dengan baik.

“Kerjanya fleksibel bisa di rumah dan kapan saja. Kalau berkembang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan hasilnya juga besar,” ujarnya.

Ia yakin dengan mengadakan sejumlah kegiatan, masyarakat akan mengenal kerajinan talikur. Bila ini dapat dikerjakan dengan serius tentunya akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Nah, ini yang harus terus digarap agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dapat menggarap pangsa kerajinan talikur. (adv)

Berita Lainnya