Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ajak Pemilu Damai, Mudzakaroh Alim Ulama Digelar

Pemilu Presiden masih beberapa bulan lagi, namun suhunya sudah mulai memanas. Kondisi ini tentunya akan tidak baik dalam pesta demokrasi. Selain mengancam keutuhan bangsa juga berdampak tidak bagus bagi pendidikan politik.

Berbekal kondisi tersebut, digelar Mudzakaroh Alim Ulama se Indonesia, di Hotel Mercure, Ancol,Jakarta, Sabtu-Minggu (3-4/11).  Acara yang diinisiasi Arus Baru Indonesia (Arbi) dihadiri ratusan ulama dari sejumlah daerah di Tanah Air. Turut hadir tokoh nasional, seperti Imam Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Ketua PP Muhammadiyah Muchdi PR.

Ketua Umum ARBI Dr Lukmanul Hakim mengatakan, Mudzkaroh Alim Ulama diadakan karena melihat kondisi perpolitikan yang semakin memanas. Nah, untuk menyejukan kondisi tersebut, Mudzkaroh ini rasanya menjadi jawaban agar politik tidak panas.

Ulama harus hadir untuk menyejukan, menenangkan, serta membawa perdamaian. Pesan ini yang harus disampaikan. “Sekarang kita melihat kondisi politik suhunya mulai mendidih. Ada  politik identitas mencuat. Ini yang harus dihindarkan,” katanya, saat membuka Mudzakaroh Alim Ulama se Indonesia.

Lukmanul mengungkapkan, politik tahun depan harusnya menyejukkan bukan memanaskan. Nah, tugas ulama untuk melakukan hal tersebut. Tentunya dengan peranan yang lebih aktif. Yakni ulama yang menjadi pemimpin, bukan hanya sebagai pelengkap saja. Ini yang harus terus didorong agar ulama juga bisa berbuat lebih dalam kehidupan politik ke depannya. “Ulama harus terlibat, jangan hanya menjadi bamper saja kalau ada masalah baru turun tangan. Cawapres Kyai Maruf Amin menjadi jawaban kalau ulama harus mulai memainkan peranan,” imbuhnya.

Ia berharap dengan adanya mudzakaroh ini akan menurunkan suhu politik di tanah air. Pemilu adalah pesta demokrasi yang harusnya membawa kesejukan bukan sebaliknya. Dirinya yakin dengan keterlibatan ulama suhu politik yang meninggi akan turun. “Kita harus membawa kedamaian dan kesejukan,” imbuhnya.

Ketua Panitia Mudzakaroh Alim Ulama se-Indonesia M Adzul Tandjung mengungkapkan, kegiatan ini untuk membawa pesan pemilu yang damai.  Nanti para ulama akan urun rembuk untuk membahas kondisi terkini politik tanah air. Khususnya pemilu presiden yang semakin menghangat. Harapannya selepas acara pemilu akan menyejukan dan menyenangkan. “Nanti kita akan memberikan kesimpulan dari kegiatan ini. Serta sikap politik,” ungkapnya. (firda)

Berita Lainnya