Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangerang Selatan Ads

Perlawanan Jomblo Dibalik Tanggal 11.11

23
Pada mulanya adalah lelucon sekaligus “perlawanan” terhadap Hari Kasih Sayang, lalu berkembang menjadi salah satu momen belanja paling menjanjikan. Itulah 11.11 atau Guanggun Jie.

Situs internchina.com menyebut ada dua versi kelahiran Guanggun Jie atau Hari Jomblo (Single Day). Versi pertama: Empat pria lajang bermain mahjong seharian, dari pukul 11 siang hingga pukul 11 malam. Anehnya, siapa pun yang menang, kartu yang mereka tarik sama saja, 4 baris angka tunggal yang berderet dalam dua kolom: 11 11. Dan selayaknya karangan-karangan yang dipaksakan, peristiwa itu konon terjadi pada 11 November.

Menurut versi kedua, yang lebih banyak dipercaya, Hari Jomblo dipelopori 4 mahasiswa Universitas Nanjing, provinsi Jiangsu, Cina, pada 1990 (beberapa sumber menyebut 1993).

Pemuda-pemuda itu menganggap tanggal 11 November unik karena sepenuhnya berisi angka 1, angka yang merepresentasikan status mereka, dan karena itu layak dijadikan momen istimewa.

Lepas dari mana versi yang benar, satu hal yang disepakati bersama adalah aktivitas penanda hari itu: para jomblo bergerombol mendatangi restoran untuk makan sepuasnya, bersenang-senang, dan membelanjakan uang.

Hal demikian dilakukan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kesepian tak menghalangi mereka menentukan pilihan hidup dan menjalaninya dengan perasaan gembira.

“Itulah hari di mana para lajang bersorak tentang status mereka, menyampaikan sedikit ‘penghinaan’ sekaligus kecemburuan terhadap orang-orang yang menikah atau menjalin hubungan, atau kepada siapa pun yang merayakan Hari Valentine,” tulis Yiwey Tian di Vice.

11.11 juga dikenal sebagai Hari Bujangan (Bachelor’s Day). Selain makan-makan, pada hari itu ada pula jomblo-jomblo yang melepas status lajang dengan menikah, menyatakan cinta, atau berusaha mencari teman kencan, baik laki-laki maupun perempuan.

Dalam suasana semacam itu, alih-alih mengenaskan, gelaran 11.11 menjadi ajang pertemuan sarat kegembiraan. Pada 2009, Alibaba, online marketplace terbesar di Cina— dengan pertimbangan tanggal cantik yang mudah diingat dan berada di sela Hari Libur Nasional dan Tahun Baru—mengendarai momen itu. Alibaba membuat diskon besar-besaran, sebagaimana orang Barat menggelar Black Friday atau Cyber Monday.

“Alibaba menambahkan dimensi komersial pada Hari Jomblo. Bukan berarti sebelumnya tidak ada aktivitas belanja pada tanggal itu—belanja merupakan bagian sangat penting dari liburan sempurna kebanyakan muda-mudi Cina.

Alibaba hanya membawanya ke tingkatan yang benar-benar baru: mengubah Hari Jomblo menjadi kultus belanja nasional,” ujar Yiwey.

Menurut The Guardian, tahun lalu, uang yang dibelanjakan selama 24 jam perayaan Single Day senilai 168,2 miliar Yuan atau setara 25 miliar dolar AS. (dikutip dari tirto.id)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...