Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Dinkes Lakukan Pelatihan Kegawatdaruratan

Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar pelatihan kegawatdaruratan tingkat keempat. Tujuan kegiatan ini untuk melatih masyarakat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi insiden. Semisal kecelakaan lalu-lintas, insiden di bandara, mall, ataupun tempat-tempat lainnya.

Pelatihan ini melibatkan pegawai Dinas Kesehatan Kota Tangerang, setelah sebelumnya diikuti petugas kepolisian, dinas perhubungan, dan anak-anak pramuka.  Kegiatan kegawatdaruratan dilaksanakan untuk mengikuti instruksi presiden tentang penolongan pertama.

Kasie Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Tangerang Evi Apriani mengatakan, pelatihan kegawatdaruratan ini merupakan tindak lanjut instruksi presiden dalam mewujudkan lima pilar aksi keselamatan. Seperti penguatan pelayanan kesehatan, peningkatan akses pelayanan kesehatan, peningkatan mutu, layanan kesehatan hingga sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.

Nah, di Kota Tangerang sebetulnya sudah ada implementasi kebijakan presiden. Misal adanya ambulance smart 119, yang dikhususkan untuk penanganan pasien dengan kondisi gawat darurat. Maka itu, mobil ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan medis seperti alat bantu nafas, ICU dan detak jantung. Ambulance ini juga dilengkapi tenaga medis yang mendapatkan tugas pun memiliki sertifikat seperti perawat dan driver.

“Kegiatan ini juga bagian dari sosialisasi untuk memberikan pelatihan kegawatdaruratan kepada masyarakat. Sekarang yang disisir adalah pegawai dinas kesehatan. Nantinya masyarakat umum juga akan ikut dalam pelatihan ini,” katanya di sela-sela kegiatan pelatihan di kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang, kemarin.

Evi menjelaskan, pelatihan kegawatdarutan ini memaparkan cara penolongan pertama dengan tujuan membantu masyarakat yang ditimpa musibah. Misal kena serangan jantung, stroke ataupun kecelakaan lalu-lintas. Jadi bila ada kecelakaan tidak perlu menunggu orang kesehatan, masyarakat biasa pun bisa membantu pertolongan pertama.

Adanya pelatihan ini untuk mendorong masyarakat bisa menangani masalah jika terjadi kecelakaan. Mereka bisa menolong keluarga, tetangga, orang terdekat hingga masyarakat. Ia yakin jika masyarakat sudah dibekali pelatihan kegawatdaruratan jika terjadi kecelakaan bisa ditangani dengan baik tanpa ada kendala apapun.

“Seperti ada tetangga kena serangan jantung, bagaimana bisa mengatasi pertolongan pertama sehingga nyawa korban bisa tertolong. Ini yang kita harapkan dengan kegiatan pelatihan kegawatdaruratan,” ujarnya.

Ia berharap peserta bisa mentransfer ilmu pelatihan kepada masyarakat umum. Jadi tidak harus ikut pelatihan dulu baru dapat tahu bagaimana membantu jika ada kecelakaan ataupun insiden lainnya. Ini yang penting supaya bila ada kecelakaan dapat menekan jumlah korban.

“Kita ingin masyarakat juga terlatih ketika memberikan pertolongan pertama. Ini yang kita harapkan, yakni warga terlatih dan bisa saling membantu jika ada kecelakaan,” ungkapnya. (firda)

Berita Lainnya