Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Miris, Pasien Tb Paru Dilayani di Luar Puskesmas

Pasien Tb Paru alias tuberculosis di Puskesmas Gondrong,  Cipondoh, Kota Tangerang, dilayani petugas di luar gedung puskesmas setempat.

Kegiatan yang berjalan dua bulan itu lantaran semua ruang layanan puskesmas penuh. Pihak puskesmas punya alasan pelayanan di luar gedung supaya penyakitnya  tidak menular ke pengunjung lainnya.

Penanggungjawab Program BP Umum dan Tb Paru dr Pudi Suhadi  mengatakan, pengobatan di luar gedung agar penderita Tb Paru tidak menularkan penyakitnya ke pengunjung lain saat di dalam. Pihaknya berusaha mengurangi penularan. “Kan kuman ini aktif sekali,” katanya, kemarin.

Ia menceritakan,warga yang memeriksa keluhan Tb Paru banyak. Namun dalam sehari yang suspect penyakit tersebut dua hingga tiga orang. Sementara yang sudah rutin diobati oleh puskesmas mencapai  tujuh orang tiap bulannya.

Pelayanan pasien Tb Paru di luar gedung dibenarkan dr Wien Agung Firdiansyah, Kepala Puskesmas Gondrong. Menurut Wien, kebijakan itu atas usulan para pegawai di puskesmas. Sebelumnya pelayanan disatukan di ruang BP Umum. “Atas usulan teman-teman maka pelayanan dipindahkan keluar. Ini demi meningkatkan pelayanan juga, ” katanya.

Pihaknya tetap mengharapkan pelayanan untuk pasien Tb Paru berada di ruangan. Supaya lebih sehat dan pasien lebih terbuka menyampaikan keluhannya.

Agar puskesmasnya representatif Wien juga telah mengusulkan ke Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Ia juga mengatakan,  Puskesmas Gondrong  awal November telah mengikuti akreditasi dari Kementerian Kesehatan. Saat akreditasi surveyor menekankan bahwa perencanaan puskesms harus sesuai kenyataan dengan menerima masukan musrenbang serta ada pengawasan.

“Ya harapan saya fisik puskesmas berubah dan kinerja pegawai juga tidak monoton,” ujarnya. (setia)

Berita Lainnya