Untuk Kepentingan Umum

Sesak! 1 Kilometer di Tangsel, Dihuni 11 Ribu Orang

Siti Masrifah, Anggota Komisi IX DPR RI saat sosialisasi terkait pengendalian penduduk.

Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Kota Tangerang Selatan paling pesat pertumbuhannya di Banten. Data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan penduduk Tangsel pada tahun 2018 mencapai 3,13 persen, atau diatas rata-rata Banten sebesar 1,94 persen per Juni 2018.

Dengan luas wilayah hanya 147,19 kilometer persegi, kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini, kini dihuni 11 ribu orang tiap kilometernya dengan jumlah penduduk 1.696.308 jiwa.

Anggota Komisi IX DPR RI Siti Masrifah mewanti-wanti Pemkot Tangsel untuk mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk tersebut yang menurutnya telah berhasil ditekan dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 3,12 persen.

“Keberhasilan di tahun 2018 ini harus terus ditingkatkan, karena pertumbuhan penduduk di Kota Tangsel ini tertinggi di Banten dan jauh diatas rata-rata nasional,” ungkapnya kepada awak media usai menjadi narasumber Sosialisasi dan Pengembangan Lini Lapangan di Kampung KB, di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangsel, Sabtu (17/11/2018).

Masrifah menyebut, bahwa kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Ciputat Timur yaitu sebesar 13.946 tiap kilometer persegi, sementara yang terendah adalah Kecamatan Setu yaitu
sebesar 6.069 jiwa per kilometer persegi.

Ia juga menekankan, bahwa program keluarga berencana harus menjadi prioritas dalam pengendalian jumlah penduduk.

“Program Kampung KB ini harus terus ditingkatkan, sehingga hasilnya dapat dirasakan, salah satunya ya menurunnya tingkat pertumbuhan penduduk,” ucapnya.

Namun selain faktor kelahiran, lanjut Masrifah, pertumbuhan penduduk Tangsel juga dipengaruhi oleh faktor urbanisasi, karena Tangsel menjadi salah satu tujuan para pencari kerja.

“Selain itu, juga karena faktor perpindahan penduduk, maklum banyak kawasan pemukiman di bangun di Tangsel, meskipun lahannya semakin sempit,” jelasnya.

Ia mengharapkan, Pemkot Tangsel semakin selektif dalam menerbitkan izin pembangunan untuk hunian. Karena, bertambahnya penduduk Tangsel akan menjadi beban kota tersebut.

“Sekarang kan semakin terasa, kemacetan terjadi dibanyak titik lokasi. Kita juga juga harus memperhitungkan aspek daya dukung lingkungan, sehingga tidak terjadi bencana ekologi,” tukasnya.

Golkar Kota Tangerang
Berita Lainnya