Untuk Kepentingan Umum

Kegiatan Bela Negara Kesbangpol Tangerang Dihujani Kritik

7
Tampak peserta menyimak pemaparan materi saat digelar acara Sosialisasi Bela Negara yang dihelat Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Senin (19/11/2018)

Penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Bela Negara yang dihelat Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang di Gedung Usaha Daerah (GUD) Kabupaten Tangerang, Senin (19/11/2018) dihujani kritik.

Kritik tersebut mencuat karena peserta kegiatan itu dinilai tidak merepsentasikan tujuan yang ingin dicapai.

Rama, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang (IMKT) periode 2018-2019 mempertanyakan kriteria organisasi yang diundang dalam kegiatan itu, sehingga tujuan acara tersebut menurutnya tidak tepat sasaran.

“Bukan persoalan IMKT mendapat undangan atau tidak, tapi kami mempertanyakan landasan apa yang dipakai Kesbangpol dalam daftar undangan tersebut,” kata Rama dalam keterangan tertulis yang diterima Respublika.id, Senin (19/11/2018).

Ia juga menuding, dari sejumlah organisasi yang diundang, tidak merepsentasikan lembaga kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Apalagi didalamnya ada beberapa organisasi di luar Kabupaten Tangerang, bahkan ada juga organisasi tingkat desa didalamnya, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian khusus, apakah karena memang organisasinya terdaftar di kesbangpol Kabupaten atau karena kedekatan, nah ini yang harus jadi perhatian. supaya kedepan pembinaan yang dilakukan benar-benar untuk generasi di Kabupaten Tangerang” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Hidayat Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang mengatakan, semestinya kekecewaan itu tidak perlu mencuat ke publik. Karena menurutnya, tidak semua organisasi yang ada di Kabupaten Tangerang bisa diundang, mengingat keterbasan jumlah peserta.

“Jumlah peserta kan terbatas, semestinya mereka komunikasi. Tidak ada masalah yang tidak selesai dengan komunikasi. Semestinya kita tabayun,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak alergi terhadap kritikan itu, namun menurutnya lebih elegan jika disampaikan langsung kepada dirinya atau institusi yang dipimpinnya.

Lebih lanjut Ahmad menyampaikan tujuan penyelenggaraan sosialisasi itu. Dikatakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Ahmad juga mengatakan, tantangan generasi muda saat ini semakin besar, karena di abad digital ini, berbagai informasi sangat mudah didapatkan. Sehingga ia menegaskan, nilai-nilai kebangsaan harus semakin diperteguh.

“Berbagai ancaman dan rongrongan terhadap keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia datang dengan berbagai cara, terlebih melalui internet. Sehingga kita harus memperteguh nilai-nilai kebangsaan, memperdalam pemahaman ideologi negara yaitu Pancasila sehingga tidak mudah tersusupi pengaruh buruk,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, ancaman lain yang saat ini harus diwaspadai adalah radikalisme. Ia menyebut, sasaran yang disisir oleh kelompok intoleran itu adalah generasi muda. Karena menurutnya, remaja atau generasi muda masih dalam kondisi kejiwaan yang labil. Sehingga mudah dipengaruhi oleh paham yang mengancam kedamaian hidup bermasyarakat dan bernegara itu.

“Radikalisme itu sangat berbahaya, karena bisa membuat mereka yang terpapar menjadi orang yang intoleran,” imbuhnya.

Ahmad juga berpesan, masyarakat Tangerang khususnya generasi muda, untuk bersikap rasional dan bijak di tahun politik ini. Karena, suhu politik diprediksinya akan meningkat jelang Pemilu 2019.

“Harus pintar dan cerdas menelaah informasi, jangan mudah terpengaruh informasi hoaks. Tetap jaga situasi kondusif dan damai,” imbaunya.

You might also like

Comments are closed.