Untuk Kepentingan Umum

Komisi IX DPR Soroti Tawuran Pelajar di Tangsel

3
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten menggelar  Sosialisasi Pembangunan Keluarga di halaman Kantor Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Senin (26/11/2018).

Peristiwa tawuran pelajar di Kota Tangsel yang merenggut satu nyawa pelajar disorot Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfidz. Irgan berpendapat, kekerasan yang dipraktekkan kelompok remaja itu perlu mendapatkan perhatian serius bersama.

Irgan berpendapat, kekerasan yang ditunjukkan dimuka umum itu sepatutnya tidak terjadi jika pendidikan dalam keluarga lingkungan masyarakat dan sekolah berhasil. Namun, kata dia, yang menjadi tantangan saat ini, justru melemahnya pendidikan informal dalam keluarga.

“Hal ini dipicu karena komunikasi yang tidak efektif dalam keluarga. Orang tua dan anak tidak sering berkomunikasi, kalau pun berkomunikasi hanya seperlunya bahkan terkadang lewat aplikasi media sosial,” ungkapnya disela-sela Sosialisasi Pembangunan Keluarga yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten di halaman Kantor Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, Senin (26/11/2018).

Dalam program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN, lanjut Irgan, kelompok usia remaja mendapatkan perhatian serius. Sehingga lahirlah program Generasi Berencana (GenRe).

GenRe, kata Irgan, bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan agar menjadi remaja yang memiliki rencana bagi masa depannya. Dengan demikian, pertumbuhan diusia produktif itu dimaksimalkan untuk belajar dan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan mumpuni.

“Salah satu yang ditekankan untuk aspek pendidikan bagi remaja adalah sinergitas antara sekolah, pendudukan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Semua harus terpadu, sehingga remaja kita bisa tumbuh dan berkembang,” paparnya.

Kenakalan remaja menurutnya lahir dari ketidakpaduan tiga lingkungan pendidikan tersebut, sehingga meski telah mendapatkan pendidikan di sekolah, namun mereka (remaja) terkena dampak negatif lingkungan sekitarnya.

“Langkah yang perlu diambil adalah memberikan pemahaman sebaik mungkin pada kelompok yang terlibat kekerasan tersebut. Lakukan pendekatan sebaik mungkin, agar mereka bisa berfikir dan bertindak rasional,” lugasnya.

Ia berharap, peristiwa serupa tidak terulang kembali, serta mengimbau peran aktif dari semua pihak untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar kembali.

“Semua pihak harus ikut ambil bagian, karena persoalan ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...