Untuk Kepentingan Umum

6 Masalah Remaja ini Coba Dijawab Program GenRe

96
Anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro (kanan) saat Sosialisasi Pembangunan Keluarga yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Selasa, (27/11/2018).

Jumlah remaja di Indonesia berdasarkan hasil pendataaan keluarga pada Februari 2018 mencapai 61.484.630 jiwa. Dari jumlah tersebut, 57.688.472 jiwa belum menikah. Remaja yang belum menikah itu tersebar di 34 Provinsi dan menjadi sasaran program Generasi Berencana (GenRe).

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro. Kata Yayat, penduduk yang masuk kategori remaja adalah mereka yang berusia 10 sampai 24 tahun. Diusia ini, jelas Yayat, berbagai penyimpangan perilaku dapat terjadi, sehingga sangat membutuhkan pendampingan dari sekolah, keluarga dan masyarakat.

“Sekolah, masyarakat dan keluarga adalah ekosistem pendidikan, ketiganya harus bersinergi untuk keberhasilan program generasi berencana,” ungkapnya usai menjadi narasumber Sosialisasi Pembangunan Keluarga yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Selasa, (27/11/2018).

Diterangkan Yayat, 6 masalah yang bisa melanda kaum remaja pangkal utamanya adalah seks bebas. Dari perilaku menyimpang ini kemudian muncul masalah lainnya kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, menikah usia dini, insfeksi menular seksual, HIV/AIDS.

“Itu baru dari satu perilaku menyimpang yaitu seks bebas, turunannya bisa sebanyak itu. Apalagi kalau disertai penyalahgunaan narkoba, bisa dibayangkan semakin parah dampaknya,” tambahnya.

Karenanya, lanjut Yayat, program GenRe fokus membekali remaja agar memiliki pengetahuan sehingga dapat terhindar dari perilaku menyimpang tersebut. Mereka (kaum remaja), mendapatkan akses informasi sehingga terbangun ketahanannya dari berbagai dampak buruk lingkungan.

“Dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kita harapkan mereka (remaja) bisa merencanakan usia perkawinan yang ideal, serta terhindar dari perilaku seks sebelum menikah ataupun seks bebas,” bebernya.

Pengetahuan kesehatan reproduksi, jelas Yayat, sangat penting. Karena sebagian besar mereka yang terjerumus dalam perilaku seks bebas atau seks pra nikah, tidak memikirkan dampak buruk bagi dirinya. Karena itu, dengan diberikan pembekalan, kaum remaja diharapkan dapat berfikir kritis serta memiliki keputusan yang baik untuk masa depan dirinya.

“Jika sudah bisa membuat keputusan yang baik, tentu kita nilai mereka telah berhasil tersentuh program GenRe,” tukasnya.

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...