Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Gelar Simulasi, Dindikbud Yakin UNBK Tingkat SMP Berjalan Baik

Mendekati Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 22 hingga 25 April 2019 mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel menggelar Simulasi UNBK.

Simulasi tersebut dilaksanakan pada 28 hingga 30 Januari 2019 di seluruh SMP menggunakan komputer di masing-masing sekolah

“Secara keseluruhan try out simulasi UNBK ini berjalan baik dan lancar. Saya juga meninjau di SMP Negeri 14 Tangsel, hasilnya tidak ditemukan kendala,” ungkap Kepala Dindikbud Tangsel Taryono.

Bahkan kata Taryono, SMP Negeri 19 Tangsel yang sempat kemalingan bisa melaksanakan UNBK mandiri dan saat ini juga sudah mulai simulasi.

Ia yakin dengan adanya simulasi ini bakal meningkatkan nilai siswa. Soalnya mereka mempraktikkan apa yang akan dilakukan pada waktu ujian nanti. Jadi dengan ikut simulasi ini harapannya mereka bisa terbiasa saat ujian nanti.

Jadi tidak ada lagi namanya kesalahan lantaran bingung saat mengikuti UNBK. Nah, ini juga yang akan dicari masalahnya jika memang ada kendala saat ujian.

Dirinya mengaku akan sering berkunjung ke sekolah-sekolah guna memastikan proses UNBK berjalan lancar dan kendala yang dihadapi bisa teratasi dengan baik.

“Alhamdulillah SMP Negeri 7 Tangsel yang tahun lalu UNBK gabung dengan SMAN 2 Tangsel kini juga sudah bisa mandiri,” ujarnya.

Seluruh SMP berjumlah 22 SMP Negeri dan 169 SMP swasta di Tangsel tahun ini 100 persen UNBK. “Alhamdulillah telah disiapkan dengan baik seluruh peralatannya,” jelasnya.

Sebelumnya UNBK telah dilaksanakan simulasi pada bulan Desember 2018, kali ini merupakan simulasi yang kedua. Pada bulan Maret direncanakan akan dilaksanakan Gladi Bersih UNBK sebagai persiapan terakhir menjelang UNBK Utama.

“Pada umumnya sarana/prasarana komputer untuk UNBK baik server, laptop/komputer, jaringan LAN dan jaringan internet tersedia dengan baik,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau siswa untuk rajin belajar agar mendapatkan nilai yang baik. Terlebih sekarang proses ujiannya sudah berbasis komputer yang mana penggerjaannya menggunakan digital. Nah, ini yang harus terus diwujudkan agar para siswa juga sudah terbiasa dalam mengikuti proses ujian.

“Makanya akan terus kita dorong agar siswa bisa terbiasa dengan kegiatan UNBK. Nah, jika ini bisa diwujudkan tentunya akan menghasilkan sesuatu yang bagus,” ujarnya. (adv)

Berita Lainnya