Untuk Kepentingan Umum

Kampung Batik Larangan Dongkrak Ekonomi Keluarga

77
Caption : Sekcam Larangan Samsul Karmala, Pendiri Kampung Batik Larangan Budi Darmawan, Koordinator Sanggar Batik Kembang Mayang, bersama puluhan orangtua siswa School Of Quran di sanggar batik

Keberadaan Kampung Batik di Larangan Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, mampu mendongkrak ekonomi keluarga.

Sedikitnya ada 11 keluarga aktif dalam kegiatan usaha membatik tersebut.
Kegiatan membatik dilakukan di sanggar maupun di rumah. Sehingga hasil karyanya banyak yang memesan.

Sebelumnya mereka yang mayoritas kaum ibu ini aktif di posyandu dan juga program kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kampung Batik Larangan atau dikenal Kampung Batik Kembang Mayang lahir tahun 2017. Lantaran warga di RT 02/11 Larangan Selatan aktif pada program PHBS sehingga timbul kesadaran ingin menciptakan lingkungan bersih dan indah. Munculah ide melukis batik di dinding-dinding tembok rumah warga.

Caption 2 sejumlah lukisan batik di dinding tembok di Kampung Batik Larangan

Koordinator Sanggar Batik Kembang Mayang Parah mengungkapkan, warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk melukis batik di dinding-dinding tembok rumahnya. Diawali satu blok rumah kemudian bertambah banyak.

“Saat ini sudah ada empat blok rumah yang dilukis batik,” katanya, Senin (18/2/2019).

Batik yang menghiasi dinding tembok tu adalah batik Kembang Mayang, batik Tangerang Herang, batik Mega Mendung, batik Jogja, batik Solo, batik Sidoluhur, batik Nitik, batik Bersurat, batik Jam Gadang, batik Kalimantan, dan batik Papua.

Rencananya semua batik daerah bakal dilukis di dinding tembok komplek Kampung Batik Larangan. Sementara untuk memberi pemahaman soal batik, pembuatan, dan sejarahnya dipusatkan di Sanggar Batik Kembang Mayang yang memanfaatkan gedung posyandu.

Di tempat itu setiap Rabu dan Jumat diajarkan cara membatik dan asal-usul sejarahnya.

Parah mengucapkan terimakasih kepada kelurahan, kecamatan dan Pemerintah Kota Tangerang atas dukungannya.

Sehingga Kampung Batik Larangan terus berkembang bahkan jadi destinasi wisata baru Kota Tangerang.

Pendiri Kampung Batik Larangan Budi Darmawan mengatakan, bahwa batik ini warisan budaya tak benda asli Indonesia.

Di dunia internasional sudah diakui. Namun di dalam negeri masih banyak yang belum mengenal.

“Semua bisa membatik. Ini bukan soal bakat. Memang membuatnya perlu kesabaran dan telaten,” katanya.

Budi yang juga asesor batik berkeinginan agar di seluruh wilayah Kota Tangerang ada gerai batik. Sehingga Kota Tangerang tambah dikenal lewat batik.

Pihaknya bersama Pemerintah Kota Tangerang siap mensuport kampung batik ini.

“Saya perhatikan komunitas-komunitas yang berkunjung belajar ke sini selalu antusias,” terangnya.

Sekertaris Camat Larangan Samsul Karmala mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong perkembangan Kampung Batik ini supaya jadi icon wilayah. Selain itu supaya generasi muda mengetahui budaya batik. Adanya Kampung Batik juga jadi sarana baru warga berkreatifitas.

“Inilah yang bakal mendongkrak ekonomi warga lewat UMKM baru ini,” ujarnya.(adv)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...