Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi, Airin Sebut SDM Bidang Hotel dan Restoran Harus Profesional

oleh -
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menerima plakat acara uji kompetensi sertifikasi profesi perhotelan di Tangsel, Senin (18/3) di Hotel Merlyn, Serpong Utara.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany membuka kegiatan uji kompetensi sertifikasi profesi perhotelan Tangsel bertempat di Hotel Merlyn, Serpong Utara, Senin (18/3). Airin Rachmi Diany, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PHRI kota Tangsel yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Kegiatan uji kompetensi sertifikasi ini, bagi saya sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) didalam industry pariwisata,”ungkapnya.

Untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang akan datang ke Kota Tangsel, tentu saja insan pariwisata tak hanya bisa mengandalkan fasilitas. Namun juga sumber daya manusia yang profesional. Apalagi ke depannya, trend SDM pariwisata semakin menuntut akan adanya jaminan kompetensi yang uptodate. Maka dari itu, kegiatan ini sangat penting sebagai langkah untuk terus berupaya berkembang ke arah yang lebih strategis.

Pemerintah Kota Tangsel sangat menghargai dan mendukung segala upaya yang telah dilakukan oleh semua pihak untuk mengembangkan model dan proses sertifikasi. Kelembagaan juga terus didorong untuk menggunakan standar sertifikasi dengan masukan-masukan dari perusahaan, untuk menjamin berjalannya link and match, sehingga proses pengembangan kompetensi kerja dan optimal pemanfaatannya di lingkungan kerja.

“Tidak bisa dipungkiri daya saing industri pariwisata ditentukan kualitas industri dan SDM yang didasarkan standar kompetensi SDM pariwisata melalui kualifikasi okupasi nasional. Oleh karena itu diadakan uji kompetensi sertifikasi di bidang pariwisata ini untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja di bidang pariwisata, meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang pariwisata, agar mereka memahami pentingnya profesionalisme dan legalitas, serta dalam rangka berlakunya mea (masyarakat ekonomi ASEAN) agar siap bersaing dengan tenaga kerja asing.”jelasnya.

Ketua pelaksana Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hospitality Cakrawala Indonesia (HCI), Adi Setiawan mengaku sertifikasi profesi juga akan berdampak kepada setiap pegawai perhotelan yang mengikutinya dengan meningkatnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. “Bukan hanya untuk akademis, tapi sertifikasi sangat penting dilakukan dalam berlangsungnya masyarakat ekonomi asean (MEA),” ujarnya.

Adi yakin, manfaat dari uji kompotensi ini bisa meningkatkan kepercayaan diri dan tidak takut berkompetensi dengan insan pariwisata di luar negeri. “Tangsel menjadi regulator dalam menjalankan kompetensi ini. Sertifikasi ini menjadi jalur pendidikan akopasi yang dapat meningkatkan SDM melalui dari industry masing-masing agar terderajat dengan yang memiliki ijasah yang formal. Dan mempercepat SDM di Tangsel dan Banten, memiliki standarisasi yang sama dengan wilayah lainnya,”singkatnya.

Ketua PHRI Tangsel, Gusri Efendi, menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka melakukan kemampuan bersaing dalam professionalism, di Tangsel General Manager hotelnya ada yang dari France, jangan hanya berdiam diri, namun harus ditingkatkan kompetensi dibidang pariwisata ini. “Kita harus punya ruang dan daya tarik serta kompetensi agar kita bisa bersaing kedepannya,”ungkapnya dihadapan pejuang APBD Tangsel yakni unsur hotel dan restoran. Kontribusi PAD dari segi Hotel dan Restoran ini mencapai Rp 386 Miliar per tahunnya.

Untuk kegiatan kali ini, ada 275 uji kompotensi yang terdiri dari F&B Service sebanyak 75, Front Office sebanyak 75, House Keeping sebanyak 75 dan F&B Product sebanyak 50. (den)

Share this...
Print this page
Print