Coblosan Sebulan Lagi, PPK Setu Kejar Setoran

oleh -
Suasana sosialisasi pemilu 2019 yang dilakukan anggota PPK Setu.

Coblosan 17 April tinggal hitungan hari. Pesta demokrasi yang telah dimulai delapan bulan lalu sudah memasuki tahap akhir.

Sisa waktu ini rupanya begitu dimaksimalkan penyelenggara pemilu. Termasuk anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Setu.

Maklum pemilu yang tahapan begitu panjang ini harus disudahi dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

Para anggota PPK Setu bergerilya hingga ke sejumlah tempat yang belum terjamah. Mulai gang-gang sempit sampai kontrakan belasan pintu.

Dari hasil sosialisasi rupanya masih ada warga belum tahu pemilu dilaksanakan 17 April mendatang. Nah, dengan sosialisasi ini diharapkan kesadaran masyarakat agar terlibat dalam pemilu.

Anggota PPK Setu Irfan Alamsyah mengaku jika sosialisasi terus dikebut. Semua wilayah ditargetkan bisa kebagian sosialisasi. Tujuannya agar masyarakat tahu tentang mekanisme pemilu. Jika sudah paham harapannya partisipasi masyarakat tinggi supaya angka golputnya bisa ditekan.

“Ada lima kertas suara yang dicoblos secara bersamaan. Mulai pilpres hingga DPD RI. Kalau tidak disosialisasasikan dengan baik khawatir warga tidak tahu tata caranya, “ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi Respublika. Id.

Irfan mengaku jika sosialisasi kali ini seperti kejar setoran. Soalnya dengan sisa waktu yang mepet ini warga mesti tahu tata cara memilih.

Bila tidak mendatangi warga di sejumlah titik, takutnya mereka belum paham saat pencoblosan nanti.

“Ini yang terus kita garap. Makanya saya yakin pemilu tahun ini tingkat partisipasi bakal meningkat. Bisa diatas 77 persen,” ujarnya.

Tak hanya mengejar partisipasi, sosialisasi juga untuk menciptakan kondisi Pemilu 2019 yang kondusif agar pesta rakyat berjalan aman tanpa ada gangguan apapun.

Apalagi pihaknya juga sudah memberikan pembekalan kepada petugas KPSS yang bertugas di 214 TPS di kecamatan Setu.

Tentunya dengan adanya pembekalan ini juga akan membuat informasi soal pemilu sampai ke masyarakat pada tingkatan paling bawah.

“Sisa waktu yang ada benar benar kita maksimalkan agar tidak ada lagi kendala saat pencoblosan,” kata Irfan. (firda)

Share this...
Print this page
Print