Insentif Kader Kesehatan Kota Tangsel Bakal Naik Tahun Depan

oleh -
Ibu-ibu kader kesehatan Kota Tangsel berswafoto bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Minggu (31/3) di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany akan menaikan insentif kader kesehatan pada 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Airin saat kegiatan pembinaan kader kesehatan tingkat Kecamatan Pondok Aren yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Minggu (31/3).

“Tahun ini lagi penyusunan anggaran untuk kenaikan insentif kader kesehatan di 2020,untuk besarannya sedang dalam kajian, namun InsyaAllah tahun 2020 ada kenaikan untuk kader kesehatan,”ungkapnya.

Airin mengungkapkan, kenaikan ini sebagai tanda terima kasih Pemerintah Kota Tangsel kerena posisi Dinas Kesehatan dalam RPJMD sudah terlampaui, namun ada satu yang belum yakni berupa kematian melahirkan ibu dan anak yang seharusnya 1:1 ini masih ditemukan 1:2.

“Ini Pekerjaan Rumah (PR) Kita semua, semakin sedikit yang meninggal semakin baik, apalah nilai laporan Lkip,kalau ini belum terwujud. Target ini untuk menjadikan kita agar lebih fokus, untuk mewujudkan 1:1 kematian saat melahirkan, “ucapnya.

Dia mengatakan, pentingnya peran ibu dalam mendidik anak, bagaimana nasih anak ketika ibunya tidak ada, atau sebaliknya ibunya selamat dan anaknya meninggal. Disini peran bersama Pemkot dengan kader kesehatan serta masyarakat untuk wujudkan hal tersebut.

“Anak terbentuk seperti apa bukan karena gen ayahnya melainkan ibunya, betapa pentingnya peran ibu, bagaimana saat didalam kandungan, melahirkan dan mendidik, karena peran ibu sangat penting dalam tumbuh kembang anak, bantu kami wujudkan itu semua, “harapnya.

Tidak hanya mengajak para kader untuk mewujudkan kesehatan ibu hamil dan melahirkan, namun dalam kegiatan tersebut Dinas Kesehatan melalui bidang kesehatan masyarakat memberikan informasi sistem pelaporan kader.

“Sekarang pelaporannya dirubah berdasarkan jumlah rumah dan kader,misalnya kadernya 6 orang dan rumahnya 300, jadi 300 dibagi dengan jumlah kader, berarti 1 kader yakni 50 rumah, dibagi jumlah bulan per tahun, karena ini sudah bulan maret, maka dibagi 10 bulan, sehingga satu bulan satu kader hanya mencatat atau mendatangi 5 rumah, “jelasnya.

Kenapa pencatatan dirubah, karena masyarakat Indonesia termasuk Tangsel harus mendapatkan pelayanan kesehatan 100 persen, sehingga laporannya pun berubah, pelaporan ini direkap oleh posyandu,puskesmas, dan lainnya.

Nanti akan dibahas masalah yang ada diwilayah Posyandu. Seperti halnya mengenai merokok didalam rumah. “Selama ini kan kalau ibu-ibu melarang bapaknya merokok didalam rumah akan berantem, namun ibu-ibu punya senjata yakni Perda no 4 tahun 2016 tentang kawasan tanpa rokok, salah satunya tidak boleh merokok didalam rumah, kalau masih bandel kita akan bentuk satgas, jika satgas sudah terbentuk akan ada sanksi atas bapak yang msih merokok sembarangan,”ungkapnya.

Sanksi yang diberikan yakni berupa denda Rp 2.5 juta per sekali lapora atau kurungan penjara 3 bulan. Untuk itu para kader ini bisa menjelaskan kepada bapak-bapak yang masih merokok sembarangan akan penerapan sanksi ini.

Dalam kegiatan sosialisasi kader kesehatan hadir sebanyak 250 kader kesehatan yang berasal dari Kecamatan Pondok Aren. (den)

Share this...
Print this page
Print