Tangkal Bau Sampah TPA Cipeucang, DLHK Tangsel Semprotkan Ribuan Liter Cairan Kimia

oleh -
Tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Tangerang Selatan. (foto : istimewa)

Guna menangkal aroma tak sedap gas metan yang muncul dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang Selatan bakal menaburkan cairan obat penangkal bau sampah.

Ribuan liter cairan kimia itu bakal diseprotkan secara berkala di tumpukan sampah TPA Cipeucang, cairan kimia tersebut dinilai dapat meminimalisir penguapan gas metan yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah TPA Cipeucang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Yepi Suherman mengatakan waktu penyemproran cairan kimia tersebut dilakukan secara berkala ketika gas metan mengalami penguapan.

“Waktu penyemprotannya tentatif, pagi ketika gas metan menguap, bisa juga ketika sampah yang diangkut datang baru kita semprot,” ungkap Yepi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/4).

Selain metode Sanitary Landfill yang digunakan DLHK untuk proses pemusnahan sampah di TPA Cipeucang, penyemprotan zat kimia cair juga sudah berjalan sejak lama, bahkan kini DLHK menganggarkan ongkos belanja cairan kimia tersebut dengan nilai pagu hampir 1 Milyar dari APBD.

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Hmi Cabang Ciputat M Torang menyayangkan program yang digagas DLHK Tangsel.

Torang menilai, sikap DLHK yang menghabiskan anggaran APBD hampir 1 Milyar itu bukti DLHK tidak mau repot dan capek dalam menangani sampah.

“Saya meminta kepada Walikota untuk mengeavaluasi dinas lingkungan hidup terhadap kinerjanya,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (11/4).

Menurutnya, metode penyemprotan dengan zat kimia cair tidak akan mampu menghilangkan bau sampah selamanya, karena sifatnya sementara.

“Kajian kajian yang dilakukan oleh DLHK terhadap penanganan menghilangkan bau juga tidak pernah di sosialisasikan kepada masyakat atau komunitas yang peduli dengan lingkungan hidup,” tutupnya. (den)

Share this...
Print this page
Print