Walikota Safari Ramadhan Keliling Tangsel

oleh -
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat menyampaikan sambutan di Masjid Nurul Iman Setu Babakan, Selasa (14/5).

Safari Ramadan walikota Tangsel Airin Rachmi Diany sudah dimulai sejak beberapa waktu. Kegiatan rutin tahunan saat puasa tiba ini dilakukan untuk mendekatkan walikota dengan masyarakat. Juga menjadi ajang komunikasi antara pemda dengan rakyat.

Dalam safari Ramadan ini walikota beserta jajarannya berbagi tugas di sejumlah masjid ataupun mushala. Total ada ratusan tempat yang disambangi jajaran Pemkot Tangsel.

Nah, Airin beserta jajaran Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) melakukan safari ramadan yakni buka puasa dan terawih bersama di Masjid Nurul Iman, Kampung Curug, RT 2/1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangsel, Selasa (14/5). Kegiatan ini merupakan hari kedua walikota menyambangi beberapa lokasi. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga berbagi tugas ke sejumlah masjid ataupun musala.

Orang nomor satu di Kota Tangsel ini dalam kunjungan berkisah tentang sejumlah pembangunan dan beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Dirinya juga meminta warga untuk mengawal sejumlah program-program. Soalnya dengan ikut mengawal juga menjadi cara partisipasi masyarakat dalam keterlibatan pembangunan di Tangsel.

“Ada banyak pembangunan tahun ini. Dari jalan, gedung, ataupun perbaikan lainnya. Penting untuk terlibat dalam pelaksanaan pembangunan ini,” ungkapnya.

Airin mengatakan, dirinya bersama rombongan melaksanakan safari Ramadan 1440 H sekaligus menjalin silaturahmi bersama para pengurus DKM dan jamaah masjid Nurul Iman.

“Tahun lalu saya pernah kesini, dan luar biasa kemajuannya, indah masjidnya, penuh dengan kedamaian dan ketentraman. Dibulan puasa ini mari kita tingkatkan ukhuwah islamiyah dengan meningkatkan persaudaraan,” ucapnya.

Safari ramadhan merupakan bagian dari komunikasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Dalam satu tahun, safari bisa dilakukan hingga tiga kali, untuk menyapa dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat.

“Safari ramadhan memang bagian dari komunikasi pemerintah yang kami lakukan. Dalam setahun minimal dua kali, bahkan tiga kali dengan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dan safari pembangunan yang dilaksanakan diakhir tahun,” katanya.

Dijelaskan Airin, safari ramadhan ini sama pentingnya dengan pelaksanaan komunikasi pemerintahan yang lainnya, yang memiliki fungsi untuk bertemu, bersilaturrahim, menyapa warga.

“Ada ramadhan atau tidak ada ramadhan, safari tetap harus kita lakukan. Baik kontak fisik secara langsung dengan masyarakat, maupun yang dilakukan melalui program-program kedinasan kita,” pungkasnya. (adv)

Share this...
Print this page
Print