Pola Konsumsi Bertambah, Volume Sampah di Tangsel Meningkat Hingga 30 Persen

oleh -
Tampak gunung sampah di TPA Cipeucang Kota Tangsel. (foto: istimewa)

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan Yepi Suherman menyebut ada peningkatan volume sampah selama bulan ramadhan. Peningkatan tersebut mencapai angka 30 persen sampah dari masyarakat yang ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Kota Tangsel.

Menurut Yepi, bulan ramadhan justru pola konsumsi masyarakat bertambah, kebutuhan masyarakat Tangsel makin meningkat, seperti kebutuhan berbuka, makan malam, dan sahur, menurut Yepi, dari kebutuhan tersebut menghasilkan banyak sampah.

Akibat dari peningkatan sampah tersebut, petugas DLH Tangsel harus menambah beban truk sampah yang diangkut dari masyarakat ke TPA Cipeucang. Petugas tidak menambah intensitas angkutan, namun menurut Yepi, sampah ditumpuk diatas truk hingga melewati badan truk.

“Di ramadhan kali ini emang ada peningkatan konsumsi ketimbang hari-hari biasa, dominasi sampahnya pun sampah organik,” kata Yepi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/5).

Yepi melanjutkan, peningkatan itu mencapai 10 sampai 30 persen, angka tersebut adalah 30 sampai 50 ton perhari selama ramadhan ini. Sementara di hari biasa volume sampah mencapai 300 ton perhari. Dengan begitu di ramadhan ini keseluruhan sampah mencapai 330 sampai 350 ton perhari.

“Jadi kalo udah kaya gitu mau ga mau kita harus kerja ekstra lagi,” ucapnya.

Untuk meminimalisir persoalan peningkatan sampah, petugas DLH Tangsel bekerja lembur, bahkan masuk kerja dua hari usai lebaran.

“Petugas-petugas LH ini dua hari setelah lebaran itu langsung masuk lagi. yang namanya sampah kan ga bisa ditunda,” tuturnya. (den)

Share this...
Print this page
Print