Ayu Kartini Nakhodai SMSI Kota Tangerang

oleh -

CEO Suluhnews.com Ayu Kartini memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang. Ayu dilantik akhir pekan lalu, di Horison Grand Serpong, Kota Tangerang. Kegiatan ini  juga bersamaan dengan pelantikan pengurus SMSI se Tangerang Raya. Dimana SMSI Kota Tangsel dipimpin CEO Tangerang Online.com Abi Jumaedi, dan SMSI Kabupaten Tangerang dipimpin CEO Bantensatu.com Wahyu Heriyadi.

Pengukuhan organisasi pemilik media siber ini dihadiri sejumlah pejabat teras dari Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Seperti Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnis, Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Tangsel Fuad, Kabag Humas Pemkot Tangerang Felix Mulyawan.

Ayu berjanji akan membuat SMSI Kota Tangerang menjadi organisasi yang profesional, independen, serta bisa menjadi wadah untuk pemilik media siber. Menurutnya di tengah keterbukaan informasi, keberadaan organisasi menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi perkembangan teknologi yang kian pesat tentunya harus dituntut adanya tempat yang bisa menampung semua aspirasi pengusaha siber.

“Ini yang akan kita dorong agar ke depannya SMSI bisa kian maju, berkembang, dan menjadi rumah pengusaha media,” katanya di sela-sela pelantikan.

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Banten, Junaidi mengatakan, SMSI merupakan wadah organisasi bagi para pemilik media siber atau media daring di Indonesia.

“SMSI juga sebagai wadah untuk mendata media daring yang ada di daerah,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa perubahan sendiri bagi perilaku masyarakat dalam mencari informasi.

Peran kehadiran wadah SMSI bertujuan untuk menjaga stabilitas perusahaan pers dalam menghadapi era digital, terutama dalam menghadapi kabar ataupun informasi yang beredar di media sosial

Sementara, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan peran penting media siber dalam memberi informasi kepada publik. Kehadiran SMSI dalam rangka membangun media siber yang sehat dan profesional.

“Semoga SMSI bisa membuat terobosan baru yang berdampak bagi banyak orang dan menjadi lokomotif solidaritas sosial dalam pembangunan daerah maupun pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Walikota, media siber merupakan media alternatif, namun telah masuk dalam kelas media mainstream. Dengan posisi demikian, media online juga diminta untuk memberikan dampak positif di tengah masyarakat, bukan sebaliknya. (firda)

Share this...
Print this page
Print