Ketua Ansor Setu Bicara Persatuan, Solidaritas hingga Pesta Demokrasi

oleh -

Ketua Ansor Setu Irfan Alamsyah (kiri) bersama koleganya.

Idul Fitri sudah berlalu tujuh hari lalu. Namun suasananya masih sangat terasa. Aura lebaran ini yang harus dijadikan momentum untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Ketua PAC Ansor Setu Irfan Alamsyah mengatakan, idul fitri bisa dijadikan kembali kepada kesucian. Bisa juga ajang saling memaafkan antar manusia. Nah, hal ini juga harusnya dapat dimaknai rekatnya anak bangsa. Apalagi jika ditarik kepada pesta demokrasi April lalu yang gemuruhnya masih terasa hingga kini.

Idul fitri bisa dijadikan sebagai cara untuk merekatkan kembali hubungan yang agak kendor gara-gara pemilu lima tahunan itu.

“Saya rasa idul fitri ini momentum yang sangat pas untuk membangun rasa cinta terhadap bangsa,” katanya, saat dikontak, kemarin.

Dirinya juga berharap suasana kondusif tetap terasa di Kota Tangsel jelang pesta demokrasi tahun depan. Menurutnya suasana aman harus terus dijaga di sini meskipun nanti akan ada coblosan lima tahunan.

Jangan sampai gara-gara beda pilihan tidak tegor-tegoran, saling benci, menjelek-jelekkan satu sama lain.

“Ini yang tidak boleh terjadi di Tangsel. Semuanya harus saling menjaga persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, GP Ansor berkomitmen untuk menjaga kondusifitas di Tangsel selama proses pesta demokrasi. Sebagai ormas yang bertujuan menjaga persatuan kesatuan bangsa, pesta demokrasi harus dimaknai sebagai pestanya rakyat. Jangan malah nanti terjadi gontok-gontokan yang dampaknya akan tidak baik.

“Ini yang harus terus dijaga, persatuan, kondusifitas, selama tahapan pilkada tahun depan. Saya rasa kita bisa mewujudkannya karena masyarakat Tangsel sudah dewasa dalam politik. Meskipun berbeda pilihan untuk persatuan tetap diutamakan,” ungkapnya. (firda)

Share this...
Print this page
Print