Kisah PNS Kota Tangerang; Bikin Status, Minta Maaf, Ngaku Akun FB Dihack, Lapor Polisi, Hingga Konferensi Pers

oleh -
Pegawai Inspektorat Kota Tangerang Amelia Fitria (kanan) saat memberikan keterangan pers soal postingan di fb yang bikin heboh.

Mulutmu adalah harimaumu. Kata-kata bijak yang sudah sering kita dengar orang tua. Ungkapan ini mungkin pas dilekatkan kepada pegawai inspektorat Pemkot Tangerang Amelia Fitria. Gara-gara kicauan yang dianggap merendahkan profesi tertentu, ia kini mendapatkan sanksi sosial. Dirundung masyarakat karena statusnya yang bekerja pada Negara, namun kelakuannya dianggap kurang pantas.

Postingan Amelia bukan berdampak pada dirinya, tetapi juga jajaran teras Pemkot Tangerang. Mulai dari Walikota hingga pejabat lainnya yang mau tidak mau harus ikut-ikutan klarifikasi. Seperti dengan mengatakan, kalau itu bukan postingan Amelia yang membuat dan lain sebagainya.

Meskipun Amelia sudah meralat akun FBnya dihack, namun netizen sudah kadung geram kepada pegawai negeri tersebut.

Mulanya akun fb Amelia menuliskan ‘Kegiatan hari ini reoni makan2 emangnya qmu babu kerjaan cuma ngosek WC’ dengan emoticon tanda tertawa. Hal ini yang rupanya mematik kemarahan netizen. Seperti akun Facebook milik Yovita Itha yang bercakap “Kok begitu sih bu.. menghina org lain sampai segitunya..mereka juga kerja halal bu buat hidup..lebih baik ibu mensyukuri apa yg sdh ibu dapatkan drpd menghina org lain.”

Amelia sadar postingannya tidak pantas. Ia pun lantas buru-buru klarifikasi dengan mengatakan kalau akunnya di hack. Bahkan, Amelia sudah melapor polisi kalau akun FB dibajak, dan ia bukan yang menuliskan kata-kata bikin heboh tersebut.

Baru lapor polisi, ramai di medsos yang menuliskan kalau Amelia sempat membuat pengakuan minta maaf. Seperti akun sahabat publik yang menulis “sebelum ngaku di hack, sempat minta maaf di status nya,’. Komentar akun tersebut untuk membalas status Amelia yang berisi, ‘ Gara Gara netizen +62 saya jadi viral.mohon mf sebelumnya saya mengucap kata istilah babu ngosek wc itu bedasarkan fakta yang ada.Saya jadi tiap hari mau makan rasanya gak enak mohon tolong jangan di besarkan lagi. Buat mbak tkw saya minta mf yang sebesar besarnya saya ucap begitu bedasrkan fakta bukan opini’

Konferensi Pers

Pemkot Tangerang sadar persoalan Amelia Fitria yang ramai di medsos harus segera diakhiri. Bila dibiarkan berlarut-larut dampaknya sangat tidak baik. Terutama bagi Pemkot, karena mau tidak mau institusi akan dibawa gara-gara ciutan Amelia.

Untuk meredam kemarahan publik, Pemkot melakukan konferensi pers yang menghadirkan Amelia Fitri yang didampingi Sekda Dadi Budaeri serta kabag humas Felix Mulyawan. Ujung dari konferensi ini adalah menyerahkan kasus ini ke polisi, klarifikasi kalau akun tersebut diretas, hingga pembelaan terhadap Amelia.

Seperti diungkapan Sekertaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budhaeri. Ia mengatakan akun Amlia Fitria sejatinya diretas pada Senin 17 Juni lalu. Dimana saat itu akun yang bersangkutan sudah tidak dapat lagi digunakan. “Isi akun tersebut ada foto kegiatan beberapa tahun lalu. Ada foto pejabat yang saat ini sudah pensiun,”akunya ketika ditemui, Rabu (19/6/2019).

 

Atas kejadian tersebut, sambung Dadi, Amalia segera membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota untuk segera diproses. Pemkot Tangerang pun seluruhnya menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Kemarin sudah dilaporkan ke polisi diantar oleh Kabidnya. Amel dimintai keterangan oleh polisi hingga pukul 21.00 wib,”tambah pejabat yang merangkap plt inspektorat ini.

 

Dadi mengaku, pihaknya telah membuat Surat Edaran (SE) agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. “Tujuan SE tersebut agar para pegawai berhati hari (menggunakan media sosial-red) ran menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tambahnya.

 

Terpisah, Amelia Fitria mengaku baru mengetahui akunnya diretas dari keluarganya. “Saya tahunya (diretas-red)dari saudara . Saya tidak aktif pakai media sosial tersebut dan tidak kapok menggunakan media sosial,”pungkasnya. (ger/firda)

Share this...
Print this page
Print