Partainya Tak Punya Kursi, Bang Ben Pede Nyalon Walikota

oleh -
Benyamin Davnie

Kontestasi Pilkada Kota Tangsel masih setahun lagi. Namun panasnya politik di daerah pemekaran Kabupaten Tangerang itu sudah mulai terasa. Beberapa calon meski agak malu-malu sudah mulai tampil ke publik. Mulai dari staf ahli Gubernur Banten, Suhendar, Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Heri Gagarin, Wakil Walikota Benyamin Davnie, hingga Sekda Muhamad.

Dari sekian calon yang mulai tampil, nama Benyamin Davnie mungkin yang paling serius maju. Hal ini bisa terlihat dari pernyataannya yang secara terang-terangan sudah meminta restu walikota Airin Rachmi Diany. “Saya insya allah maju di pilkada. Sudah minta restu juga sama bu Airin. Alhamdullilah direstui,”katanya, beberapa waktu lalu.

Dapat lampu hijau dari Airin, bang Ben (sapaan akrabnya) kini tampil lebih percaya diri. Dirinya bahkan kini lebih sering tampil ke publik dan sudah mulai bicara program Tangsel ke depannya.

Meski demikian jalan menuju pilkada tahun depan tak bakal mulus. Ini lantaran partainya, Nasdem pada pemilu 2019  tidak mendapatkan satupun kursi di DPRD Kota Tangsel. Seperti diketahui Bang Ben tercatat sebagai Ketua Pertimbangan Partai NasDem Kota Tangsel. Sementara untuk bisa mencalonkan diri menjadi peserta pilkada 2020, minimal mendapatkan dukungan 10 kursi DPRD.

Bang Ben harus benar-benar bertarung untuk bisa mendapatkan dukungan dari partai yang punya kursi di DPRD. Kerja yang terhitung berat, pertama berkomunikasi dengan partai lain agar mendapatkan dukungan. Kedua, meyakinkan elite partai yang punya kursi DPRD, bahwa ia pantas didukung meskipun partainya NasDem tidak punya satupun kursi perwakilan.

Ketiga, membangun kepercayaan kepada masyarakat bahwa ia pantas mendapatkan dukungan. Caranya dengan terus turun ke rakyat mendengarkan aspirasi, sambil membawa program yang kini sudah berjalan. Rasanya langkah ini tidak terlalu sulit karena posisinya sebagai wakil walikota memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Pengalaman sebagai wakil walikota selama dua periode menjadi modal bagi Ben untuk mengerek suara rakyat Tangsel. Tugas ini memang harus dibangun dari sekarang jika tidak ingin terpeleset di menit-menit terakhir.

Meski partainya tidak punya kursi, pengamat politik Ray Rangkuti menilai hal tersebut tidak akan menjadi hambatan bang Ben untuk mencalonkan diri sebagai walikota. Pasalnya, dengan modal dua periode sebagai wakil, popularitasnya tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain. Ini yang bisa menjadi pemikat partai lain buat meminang pria kelahiran Pandeglang tersebut.

“Kalau lihat tingkat popular, bang Ben paling tinggi. Tugasnya sekarang menaikkan elektabilitasnya. Jika ini sukses dilakukannya, akan mempermudah dukungan dari partai lain. Meskipun partainya NasDem tidak punya satu kursi pun,” katanya, saat ditemui seusai diskusi tentang evaluasi pemilu 2019 menuju pilkada Tangsel, di Setu, Rabu (26/6).

Ray mengatakan, jika elektabilitas bang Ben tinggi secara otomatis akan membuat partai lain untuk meliriknya Ini hal yang lumrah karena parpol akan mendukung calon yang punya peluang menang. Bila hal itu ada pada diri bang Ben, maka dukungan akan datang dengan sendirinya.

Parpol yang punya kursi DPRD tidak akan melihat partainya bang Ben. Tetapi peluang menang. Namun jika elektabilitasnya rendah, jangan harap ia akan mendapat dukungan, sebaliknya akan ditinggalkan.

“Pilkada kan bicara elektabilitas, bicara peluang menang. Bukan ego partai a, kursinya lebih besar dari partai b. Meski memang, besaran jumlah kursi bisa jadi alat tawar dalam kontestasi pilkada. Sementara  bagi calon yang hendak maju tetapi bukan kader partai, supaya dapat dukungan,  langkah yang paling realistis adalah bekerja kerja meningkatkan elektabilitas. Hal itu menjadi tugas bang Ben sekarang,” ujarnya. (firda)

Share this...
Print this page
Print